KLIKJATIM.Com | Surabaya - Pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya terus berlomba-lomba menarik perhatian masyarakat. Berbagai jurus jitu mulai dilakukan dengan mensosialisasikan program atau visi misi jika terpilih pada 9 Desember mendatang.
[irp]
Misalnya Calon Wali Kota (Cawalkot) Eri Cahyadi. Saat menghadiri pertemuan dengan Megawati Difabel di Rumah Relawan Pemenangan Jalan Kutai No. 53, dia mengatakan akan mensejahterakan para guru ngaji di Surabaya.
Hal ini sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan madrasah diniyah atau TPQ. Karena itu, para ustadz dan ustadzah perlu mendapatkan perhatian lebih dari Pemkot Surabaya.
"kita akan sejahterakan ustadz, ustadzah dan juga difabel," ujar Eri, Selasa (29/9/2020).
Selain itu, Cawalkot nomor urut 1 tersebut juga ingin memberikan perhatian untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) warga Surabaya. Khususnya bagi difabilitas.
Upayanya tersebut bisa dilakukan mulai dengan membangun infrastruktur SDM yang berkualitas. Pihaknya akan membantu warga Surabaya yang buta aksara, termasuk janji membebaskan warga di kota pahlawan ini dari buta aksara alquran.
"SDM Surabaya harus lebih maju, kita akan mengusahakan program Surabaya bebas buta aksara alquran," tuturnya.
Pantauan di lapangan, tampak Eri Cahyadi yang menghadiri acara Megawati Difabel sempat meneteskan air mata. Momen itu terjadi setelah Eri mendengarkan lantunan ayat suci yang dibacakan oleh anak difabilitas, Nakula dan Sadewa.
Ketua Pro Rakyat Bersatu, Megawati mengaku sangat mendukung program-program yang dimiliki Cawalkot Eri Cahyadi. Terutama untuk Surabaya bebas buta aksara alquran.
Megawati bersama kawan-kawannya akan membantu Eri dalam mewujudkan program tersebut. "Semoga ini tercapai, kami akan membantu program tersebut," katanya.
Dalam acara itu juga dihadiri oleh Ketua Bonek Hijrah, Adi Bejo. Dia berharap, Eri bisa mendapatkan amanah dari warga Surabaya untuk menjadi Wali Kota. Karena sosok Eri Cahyadi dinilai sebagai orang yang tulus dan religius.
"Ketulusan beliau bukan sekedar jabatan atau popularitas, ketulusannya yang saya sukai bahkan beliau sampai meneteskan air mata ketika mendengar lantunan ayat suci dari adik-adik difabel," kata Bejo.
Bejo juga tampak memberikan peci imamah permanen kepada Eri Cahyadi. Selain peci, Bejo juga memberikan iqro. "Tidak ada tujuan apa-apa memberikan barang tersebut, hanya syiar saja," pungkasnya. (nul)
Editor : Redaksi