klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

HIMPAUDI Harapkan Kelana-Dwi Astutik Angkat Kesejahteraan Guru PAUD Sidoarjo

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Cawabup Sidoarjo Dwi Astutik saat silaturrahmi dengan Himpaud Porong, Sidoarjo.
Cawabup Sidoarjo Dwi Astutik saat silaturrahmi dengan Himpaud Porong, Sidoarjo.

KLIKJATIM.Com | Sidoarjo—Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kabupaten Sidoarjo berharap kesejahteraan terhadap guru PAUD bisa ditingkatkan. Bagi Himpaud, harapan itu hanya ada pada sosok pasangan Cabup-Cawabup Sidoarjo Kelana Aprilianto-Dwi Astutik.

[irp]

Bendahara Himpaudi Kecamatan Porong, Hj Inyuli Indra mengatakan, pendidikan PAUD merupakan pondasi pendidikan bagi generasi penerus bangsa. Inyuli mengatakan, pendidikan ini sangat penting. Untuk itu, sebagai pendidik juga memiliki tanggungjawab penting dalam membangun anak-anak di masa pertumbuhan.

“Nah, selama ini para guru PAUD belum ada perhatian dari pemerintah, khususnya dalam peningkatan kesejahteraan bagi para guru,” katanya, Senin (28/9/2020).

Dikatakan Inyuli, saat ini harapan para guru PAUD di Sidoarjo, khususnya di Kecamatan Porong, hanya ada pada pasangan Cabup-Cawabup Kelana Aprilianto-Dwi Astutik. Sebab, hanya pasangan ini yang dinilai akan mampu memberikan perhatian khusus bagi pendidikan PAUD dan para pendidiknya.

“Sebagai pondasi pendidikan, guru PAUD mempunyai beban yang berat. Namun dibalik tugas dan tanggung jawab yang besar, kesejahteraan guru PAUD masih minim,” katanya saat ditemui di kediaman tokoh muslimat NU, Hj.Fatimah,di Desa Kesambi, Kec.Porong.

Menurut Inyuli Indra, mewakili suara para Bunda Paud, jika gaji mereka jauh dari kata layak. Maka dari itu bersama guru PAUD Kecamatan Porong berharap kepada Cabub dan Cawabub Kelana-Dwi Astutik, kelak memberikan perhatian kepada guru PAUD.

"Kami ingin pendapatan kami bisa setara minimal dengan guru SD sebesar Rp 1250.000. Selama ini APBD standart intensif yang diberikan secara merata Rp. 350.000 perbulan. Padahal justru pendidikan PAUD itu lebih sulit dari pendidikan diatasnya," ungkapnya.

"Menurut saya Bu Dwi Astutik ini bisa berperan dalam mengembangkan pendidikan PAUD. Apalagi background beliau adalah pengajar," harap Inyuli Indra.

Diketahui di Kecamatan Porong terdapat 125 KB dan 30 PAUD yang tersebar di 18 Desa. Kehadiran sosok perempuan ditengah pilihan paslon Bupati dan Wakil Bupati ini pun membuat ibu-ibu merasa lebih terlindungi dan terayomi.

Satu- satunya perempuan berpotensi di Pilbup 9 Desember 2020 mendatang hanyalah Calon Wakil Bupati Dwi Astutik atau biasa dipanggil Bunda Dwi. Dia ialah tokoh Muslimat NU berpotensi. Selama ini, selain aktif dalam kepengurusan Muslimat NU Jatim, ia juga dikenal pegiat pendidikan dan pemberdayaan.

Diharapkan pola pikir Dwi Astutik yang cerdas dan berwawasan luas, harus diterapkan dalam dunia pendidikan di Sidoarjo, sehingga pendidikan di Kota Delta semakin maju. (mkr)

Editor :