klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Emak-emak di Sidoarjo Kepincut Belajar Cocok Tanaman Hidroponik

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Warga Sidoarjo belajar cocok tanam hidroponik. (Satria Nugraha/klikjatim.com)
Warga Sidoarjo belajar cocok tanam hidroponik. (Satria Nugraha/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com I Sidoarjo – Saat ini penanaman hidroponik mulai digemari masyarakat di perkotaan, termasuk di Sidoarjo. Beberapa alasan di antaranya karena cara bercocok tanam dengan media air ini lebih mudah, bisa menghasilkan sayur dan buah-buahan yang sehat, serta tidak memerlukan banyak tempat.

[irp]

“Budidaya tanaman hidroponik saat ini banyak dilakukan warga karena caranya yag mudah dan tidak memakan tempat. Jenis tanaman yang dapat dikembangkan juga bervariasi, mulai dari sayuran hingga buah-buahan,” urai Soejono saat memberikan pelatihan bercocok tanam hidroponik kepada puluhan anggota PKK di RW V, Desa Ngampelsari, Kecamatan Candi Sidoarjo, Sabtu (26/9/2020). 

Karena sangat mudah, dalam penanaman hidroponik ini warga juga bisa menggunakan plastik bekas air minum dalam kemasan maupun paralon. “Hal yang perlu diperhatikan adalah ketepatan pemberian nutrisi, intensitas cahaya dan suhu di sekitarnya. Pemberian nutrisi pada air harus pas agar bisa terserap dengan sempurna," imbuh Soejono.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Persaudaraan Muslimah (Salimah) Sidoarjo, Hai Rohayati mengatakan, pelatihan hidroponik tersebut sejalan dengan visi Salimah. Selain itu juga ikut membantu pemerintah dalam meningkatkan kualitas perempuan, keluarga, serta anak Indonesia.

"Di masa pandemi seperti sekarang ini kaum perempuan diminta untuk lebih kreatif. Nanti dari ilmu hidroponik yang diperoleh bisa langsung dipraktekkan dan ditularkan ke warga lainnya," kata Ai, sapaan akrab Hai Rohayati saat hadir di lokasi.

Ai menambahkan, budidaya tanaman hidroponik ini bisa dilakukan hanya dengan biaya yang hemat. Karena tidak membutuhkan lahan yang luas, dan bisa memanfaatkan bahan bekas sebagai media tanamnya.

"Selain menghasilkan sayuran yang sehat, budidaya tanaman hidroponik bisa menjadi ladang bisnis. Dengan begitu, bisa menajadi nilai tambah dan menambah perekonomian keluarga," terangnya.

Sementara itu, Ketua RW V Perumahan Taman Candiloka, Desa Ngampelsari, Arif Budi Susetyo menuturkan, pihaknya setelah mengikuti pelatihan ini akan langsung mempraktikkan budidaya tanaman hidroponik.

"Kami berharap peserta bisa mengaplikasikan cara budidaya hidroponik dengan benar seperti yang diajarkan pemateri. Saya rasa budidaya hidroponik sangat cocok diaplikasikan di masa pandemi seperti saat ini. Karena selain bisa menghasilkan sayuran yang sehat, juga bisa menjadi kesibukan yang sangat menyenangkan. Hati yang senang bisa meningkatkan imun," jelas Arif. (nul)

Editor :