KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Pemkab Bojonegoro mengantisipasi masalah akibat belum siapnya Kartu Tani. Dinas Pertanian melakukan pembahasan mengenai sistem penyaluran pupuk bersubsidi sebelum Kartu Tani siap digunakan.
“Sambil menunggu kesiapan Kartu Tani untuk mendapatkan bantuan, sementara ini para petani di dapat melakukan pembelian pupuk secara manual,” kata Kepala Dinas Pertanian Helmy Elisabeth, Kamis (17/9/2020).
Helmy menjelaskan petani yang ingin mendapat pupuk bersubsidi secara manual tentu membawa serta syarat-syarat . Diantranya mempunyai rekom dari Dinas Pertanian lewat KUPT di BPP Kecamatan agar dapat diproses dengan cepat.
“Ketua kelompok tani dapat meminta pengajuan sesuai dengan kebutuhan anggotanya ke PPL setempat dan diteruskan ke kios distribusi terkait,” katanya .
Diakuinya, Kartu Tani untuk wilayah Bojonegoro saat ini belum siap digunakan. Ada 193.614 orang yang mendaftar untuk mendapat kartu tersebut.
“Baru 148.281 kartu yang tercetak dan kartu yang teraktivasi sudah 31.554 namun belum ada yang terinjek," terangnya.
Kemanfaatan kartu tani ini tergantung pihak ketiga yaitu BNI. Oleh karenya agar segera memproses Kartu Tani sehingga bisa digunakan petani untuk membeli pupuk bersubsidi.
Sementara itu, Bupati Bojonegoro Anna Muawanah meminta agar setiap sektor untuk fokus kepada tugas masing masing. Misalnya distributor fokus pada tugasnya, kemudian para agen juga harus fokus kepada kelompok tani. Jika kartu sudah diaktivasi lalu segera digunakan untuk mendukung roda pemerintah untuk mengontrol pedagang subsidi yang tepat guna tepat sasaran.
"Kondisi transisi seperti ini merupakan hal yang harus diwaspadai dan jika terdapat keraguan atau info yang belum jelas dianjurkan untuk segera datang ke Dinas Pertanian maupun ke PPL setempat," pungkas Anna.
Dalam Rapat tersebut turut hadiri Dandim 0813, OPD terkait serta perwakilan distributor dan kios terpilih yang bertempat di ruang pertemuan Dinas Pertanian Bojonegoro.(rtn)
Editor : M Nur Afifullah