Kafe yang tidak menerapkan protokol kesehatan tersebut di antaranya tidak menyediakan tempat cuci tangan, tidak menerapkan jaga jarak maupun memperingatkan pengunjung agar menggunakan masker.
Mayoritas pelanggaran yang dilakukan adalah tidak menerapkan jaga jarak dengan mengatur tempat duduk agar antar pengunjung tidak berdekatan.
Rara Ayuningtyas (21) salah seorang pengelola kafe mengaku terkejut dengan razia yang digelar petugas. Rara mengaku selama ini tidak pernah mendapat sosialisasi soal aturan protol kesehatan yang harus diterapkan di sebuah tempat usaha.
"Saya kecewa, kafe saya didenda Rp5 juta, padahal kafe saya sudah dalam keadaan sepi. Padahal ada beberapa kafe lainnya yang kondisinya lebih ramai tetapi didenda lebih sedikit," kata Rara.
Selain pengelola kafe, sejumlah pengunjung kafe juga ada yang disidang di tempat karena tidak mengenakan masker. Mereka didenda Rp150 ribu.
Pelaksana Harian Bupati Sidoarjo Achmad Zaini mengatakan bahwa penegakan aturan protokol kesehatan ini akan dilakukan secara terus-menerus dengan jadwal yang mendadak dengan melibatkan tim gabungan TNI - Polri dan Satpol PP. Maka dia berharap agar pengelola kafe maupun masyarakat tidak menganggap enteng disiplin protokol kesehatan ini.
"Kami minta masyarakat menjaga disiplin dengan menerapkan protokol kesehatan. Untuk pemilik kafe yang kedapatan melanggar protokol kesehatan juga diberikan hukuman sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 2 tahun 2020," tutur Zaini.
Perda tersebut adalah perubahan Perda Provinsi Jatim Nomor 1 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat. Dalam pasal 27 C perda tersebut, pelanggar perorangan dikenai denda maksimal Rp500 ribu, sementara untuk perusahaan maksimal Rp100 juta.
Sementara itu Kapolresta Sidoarjo Kombes Sumardji yang ikut dalam razia tersebut mengatakan jika razia ini bertujuan untuk memberi efek jera. Sebab disiplin protokol kesehatan ini harus benar-benar diterapkan guna memutus mata rantai penyebaran covid-19.
"Pemilik kafe harus menerapkan protokol kesehatan seperti menyediakan tempat cuci tangan, pemberian tanda silang pada tempat duduk dan juga memperingatkan kepada pengunjung yang datang agar mengenakan masker," kata Kombes Sumardji.
Sumardji menegaskan bahwa saat ini antivirus yang paling ampuh untuk melawan covid-19 adalah dengan mematuhi aturan protokol kesehatan berupa rutin memakai maaker, jaga jarak serta rajin mencuci tangan. (bro)
Editor : Satria Nugraha
Patra Logistik Salurkan 100 Hewan Kurban Senilai Rp1,5 Miliar dari Sumatera hingga Papua
KLIJKATIM.Com | Jakarta – Dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, PT Patra Logistik (Patlog) menunjukkan komitmen…
Sapi Kurban 1,1 Ton Bantuan Presiden Prabowo Disembelih di Mantup Lamongan
KLIKJATIM.Com | Lamongan - Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyerahkan secara resmi bantuan kemasyarakatan berupa sapi kurban dari…
Iduladha 1447 H: Sinergi Gressmall dan ASTON Gresik Hotel Salurkan Hewan Kurban ke Masyarakat dan Tujuh Yayasan
KLIKJATIM.Com | Gresik – Dalam rangka merayakan Hari Raya Iduladha 1447 H, Gressmall bersama ASTON Gresik Hotel & Conference Center…
Kendalikan Inflasi Saat Iduladha, Gubernur Khofifah Gencarkan Pasar Murah di Bojonegoro
KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, terus menggencarkan gelaran Pasar Murah sebagai…
Libur Iduladha, Little Farm di Icon Mall Gresik Jadi Magnet Wisata Edukasi Keluarga
KLIKJATIM.Com | Gresik - Libur Iduladha 1447 Hijiriah tahun ini dimanfaatkan banyak keluarga di Gresik untuk menghabiskan waktu bersama anak-anak. Salah satu…
Wujud Nyata Komitmen Sosial, PETRONAS Indonesia Salurkan Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Operasi
KLIKJATIM.Com | Jakarta – PETRONAS Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam menyediakan pasokan energi yang andal, sekaligus menghadirkan…