KLIKJATIM.Com | Lamongan - Hari pertama pembukaan pendaftaran Calon Bupati dan Wakil Bupati, Pasangan Kartika-Saim langsung mendaftarkan diri di KPU Lamongan Jumat (04/09/2020). Sekitar Pukuk 13.00 WIB, rombongan Kartika-Saim mendatangi kantor KPU Lanongan diiringi ratusan pendukungnya.
[irp]
Kartika mengatakan, sengaja memilih hari pertama untuk mendaftarkan diri lantaran semua persyaratan sudah siap semua. "Sehingga tidak ada alasan menunda, setelah mendaftar kami langsung Gas sosialisasi," ucapnya.
Dalam pendaftaran ke KPU Hari ini, pasangan KarSa sengaja tidak membawa masa dalam junlah besar demi mematuhi protokol kesehatan. "Pengiring hanya kurang dari 500, meskipun banyak yang antusias," ujarnya
Sebelum sampai di kantor KPU Lamongan, Kartika dan Saim menyempatkan diri berziarah ke Makam Mbah Lamong. Kemudian menggelar orasi politik di Gor Lamongan usai dari KPU. Dalam Orasi politiknya, kartika menekankan program ekonomi kerakyatan terutama bidang pertanian dan perikanan menjadi prioritasnya bila terpilih nanti.
"Karena 40 persen PAD disumbang dari sektor ini, kedepan hilirisasi produk pertanian dan perikanan harus dilakukan agar menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat," urainya.
Sementara itu Ketua KPU Lamongan Mahrus Ali saat dikonfirmasi usai kenerima rombongan Kar-Sa menyebut bahwa hari ini ada dua pasangan calon yang mendaftar. Yang pertama Pasangan Handoyo dan Suudin pada pagi hari, sementara Kartika-Saim mendaftar usi Jum'atan.
"Kalau pasangan Handoyo Suudin calon perseorangan ya, sebelumnya sudah diverifikasi faktual syarat dukungannya, sementara Kartika-Saim berdasarkan verifikasi tim kami suara pendaftarannya lengkap," bebernya.
Meski begitu, masih perlu penelitian berkas lebih lanjut dan tahapan lain harus dilalui. "Nanti tanggal 7 ada tes kesehatan bagi calon yang sudah mendaftar, juga akan dilakukan rapid dan tes swab," imbuhnya.
Terkait potensi kerawanan dalam tahapan pencalonan, seperti berkas pencalonan dan syarat calon tidak lengkap, Mahrus menilai saat ini masih belum ada, pihaknya terus melakukan kordinasi dengan pihak terkait yakni bawaslu, tim paslon dan parpol pendukung. "Biar potensi kerawanan dapat diminimalisir," pungkasnya. (nul)
Editor : Redaksi