klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

SMKN 3 Boyolangu Tulungagung Produksi APD dari Tenaga Surya

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Wagub Emil saat menyaksikan alat sensor suhu tubuh tenaga surya di SMKN 3 Boyolangu Tulungagung.
Wagub Emil saat menyaksikan alat sensor suhu tubuh tenaga surya di SMKN 3 Boyolangu Tulungagung.

KLIKJATIM.Com | Tulungagung—Siswa di SMKN 3 Boyolangu, Tulungagung menunjukkan hasil karyanya kepada Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak. Kali ini, kreasi siswa yang ditunjukkan berupa alat plindung diri covid-19 yang diproduksi dari panel tenaga surya.

[irp]

Emil yang mengetahui hal itu pun mengaku kagum. Pasalnya, selain hasil rakitan sendiri, alat-alat tersebut juga memakai panel tenaga surya. Mulai dari sensornya, sabun pembersih tangan, hingga krannya memanfaatkan tenaga surya.

"Kami tadi melihat sendiri alat-alat di sini menggunakan panel tenaga surya. Jadi mulai dari sensornya, sabun pembersih tangan, hingga krannya tenaga surya. Juga thermal gun juga rakitan sendiri," ujar Emil saat berkunjung ke SMKN 3 Boyolangu, Tulungagung, Senin (31/8/2020).

Ia pun lantas memuji. Menurutnya, ketertiban dari seluruh siswa saat melakukan proses belajar di sekolah dilakukan dengan tingkat konsentrasi tinggi. Terlebih, praktek di SMK ini sama seperti yang dilakukan di pabrik atau perusahaan yang menerapkan SOP.

"Jadi SOP yang ada ditambahkan dengan protokol kesehatan merupakan suatu bentuk yang sangat bagus," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Tulungagung Marwoto Bhirowo menuturkan, SMKN 3 Boyolangu merupakan sekolah unggulan di Tulungagung. Sebab itu, sebagai sekolah unggulan, SMKN 3 Boyolangu menerapkan protokol kesehatan yang ketat di tengah pandemi covid-19.

Dikatakan, siswa yang mengikuti proses belajar tatap muka ditetapkan sejumlah 50 persen. Peran orang tua menjadi penting dalam memberikan wawasan kepada anak mereka untuk melakukan belajar mandiri di rumah.

"Saya minta kepada orang tua wali murid agar memperhatikan putra putrinya di rumah. Karena cara paling ampuh untuk menangkal Covid-19 ini adalah disiplin dan edukasi menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat," ungkapnya.

Ia melanjutkan, penerapan protokol kesehatan di SMKN 3 Boyolangu sendiri dilakukan secara ketat oleh seluruh siswa. Sebelum memasuki ruang kelas, seluruh guru dan siswa diwajibkan untuk mencuci tangan yang sudah disediakan di depan pintu masuk kelas.

Khusus di ruang praktek mesin, selain mencuci tangan dan menggunakan masker, setiap siswa juga diwajibkan menggunakan face shield dan sarung tangan.

Tak hanya itu, setiap kelas juga diwajibkan menggunakan masker dan berjarak tempat duduknya. Untuk jam masuknya pun dipisah dimulai dari jam 07.00-11.00, 11.20-15.20 WIB. (mkr)

Editor :