klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Pandemi Covid-19, Konser Musik di Gresik Dipadati Ratusan Anak Muda

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Empat penyanyi yang menghibur para penonton di Pitstop Gresik. (Miftahul Faiz/Klikjatim.com)
Empat penyanyi yang menghibur para penonton di Pitstop Gresik. (Miftahul Faiz/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik - Para penyanyi indie menggelar konser di Gresik. Meski pandemi Covid-19, acara tersebut dipadati ratusan penggemar.

[irp]

Tour Langgam Langsam 2.0 Surabaya -Malang - Gresik itu sudah mulai sejak hari Jumat (28/8/2020). Gresik kebagian terakhir di hari Minggu (30/8/2020) malam yang bertempat di Pitstop Caffe, Kecamatan Manyar.

"Penonton memakai masker, dan sebelum masuk cafe dicek suhu dengan thermoguns, serta cuci tangan atau pakai handsanitizer," ungkap Owner Pit-Stop, Muhammad Ramadhani Anwar.

Menurutnya, pihaknya melalui acara pentas musisi ini bisa meningkatkan industri musik di Tanah Air ini.

"Disamping untuk hiburan kepada kawula muda, juga bagaimana industri musik di Indonesia bisa meningkat dan membawa pesan sosial untuk masyarakat," katanya.

Lanjut Dani sapaan akrabnya, dirinya bersama tim sudah mengenal lama dengan para musisi, hingga bisa bersua dan memberika hiburan musik luring kepada kawula muda. Ini dutandai dengan semangatnya para generasi milenial mendatangi cafe Pitstop.

"Kami satu obrolan bersama mereka, acara ini termasuk dadakan H- 7 untuk persiapannya. Dan HTMnya atau tiket masuknya Rp 100 ribu, H-3 sudah ludes dengan batasan penonton 100," jelasnya.

Para musisi menyanyikan lagunya masing-masing, tiga lagu setiap musisi. Yang dimulai dari Fajar Merah, Sisir Tanah, Jason Ranti, dan Iksan Sekuter.

Musisi solo Sisir Tanah, Bagus Dwi Danto mengaku sangat bangga bisa manggung kembali, meski dalam kondisi yang terbatas ini.

"Tak lupa dengan pesan-pesan lagu yang banyak sekali nilai kemanusiaan pasti setiap manggung aku nyanyikan," imbuhnya di sela-sela bernyanyi.

Dikatakan Bagus, musik tak lepas dari aspek sosial masyarakat. Dan dunia sosial tak lepas dengan suatu kritikan san saran.

"Melalui musik aspek sosial masyarakat hal yang harus dikritisi harus dikritisi," urainya.

Lain halnya dengan Fajar Merah, vokalis yang merupakan anak Widji Thukul (aktivis yang hilang era Soeharto) ini menyampaikan, acara ini membuat dirinya dan teman-teman musisi lain sangat menantang dengan kondisi pandemi yang tidak bisa saling bertemu langsung antar manusia dengan manusia yang lain.

"Sedikit menantang, karena situasi pandemi, ada hal-hal ditekannya kebebasan untuk menjadi manusia yang saling komunikasi saling ketemu dll," katanya di Cafe Pitsop

Fajar mengartikan, melalui acara ini sangat bisa dikategorikan obat penawar rindu atas pertemuan atau pertunjukan. "Kan biasnaya live atau daring online. Ini juga ada onlinennya, harapannya bisa menjaral luas," tutupnya.

Di sesi akhir empat musisi menyanyikan dua lagu terakhir sebelum acara selesai yakni lagu Fajar Merah 'Bungah dan Tembok' dan lagu Sisir Tanah 'Lagu Bahagia'. (bro)

Editor :