KLIKJATIM.Com | Surabaya - Perumahan Grand Pakuwon hingga Semester I/2020 lalu mampu memberikan kontribusi pendapatan sebesar 20 persen. Dengan pencapaian ini, manajemen PT Pakuwon Jati Tbk tetap memperkuat penjualan rumah tapak (landed house) meski situasi pasar properti masih belum polih karena pandemi Covid-19.
[irp]
Direktur Keuangan Pakuwon Jati Minarto Basuki dalam paparan publik perusahaan di Jakarta menjelaskan, pihaknya memutuskan untuk menunda proyek baru meski tetap mengumpulkan land bank. "Kebanyakan hasil prapenjualan berasal dari proyek rumah tapak Grand Pakuwon di Surabaya yang menyumbang 20 persen pendapatan selama semester I/2020," kata Minarto Basuki.
Dijelaskan, perusahaan mengantongi angka prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp 501 miliar selama 6 bulan pertama tahun ini. Jumlah itu, kata Minarto, mencakup 47 persen dari target prapenjualan tahun ini. Di tengah kondisi bisnis yang tertekan akibat pandemi Covid-19, dia mengemukakan bahwa Pakuwon Jati telah merancang sejumlah strategi termasuk menunda perealisasian proyek-proyek properti baru dan fokus pada pemasaran produk yang telah dibangun.
Meskipun memilih untuk menunda perealisasian sejumlah proyek baru, kata Minarto, pengembang tersebut, yang di Jakarta memiliki Kota Kasablanka dan Gandaria City, tetap mengoleksi lahan untuk stok land bank yang bakal digarap begitu kondisi perekonomian pulih.
[irp]
Direktur Pengembangan Bisnis Pakuwon Jati, Ivy Wong menambahkan, permintaan terhadap subsektor residensial tetap terlihat cukup banyak. Dia menyebutkan, total inventory Pakuwon saat ini masih mencapai sekitar Rp5 triliun. Terkait recurring income, dia mengakui, memang masih akan terhambat, mengingat masyarakat tetap mengedepankan upaya mencegah penularan virus corona.
Dampaknya, menurut Ivy, jumlah pengunjung mal milik perusahaan tersebut anjlok sekitar 40 persen selama pandemi ini dibandingkan dengan kondisi normal. (hen)
Editor : Redaksi