klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

IDI Minta Konser Ari Lasso Dibatalkan, Khofifah : Itu Bukan Program Pemprov Jatim

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. (M Shohibul Anwar/klikjatim.com)
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. (M Shohibul Anwar/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa agenda konser Ari Lasso di Pasuruan pada September mendatang bukan diselenggarakan oleh Pemprov Jatim. Menurutnya, Pemprov Jatim tidak pernah membuat program berupa konser musik di tengah pandemi Covid-19.

"Tidak ada program Pemprov menyelenggarakan konser," ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (27/8/2020).

Khofifah menduga, munculnya tudingan itu karena pemberitaan media yang dinilai kurang tepat dalam menyampaikan informasi. "Loh engko sampean nulise macem-macem. Nek sampean iki engko sopo sing nulise diwolak-walik (Nanti nulisnya macam-macam. Siapa yang nulisnya dibolak-balik)," tutur dia.

[irp]

Perlu diketahui sebelumnya, Khofifah sempat mengatakan, bahwa gelaran konser ini merupakan uji coba di tengah pandemi yang sifatnya bertahap. "Ini uji coba pertama. Jadi ini bertahap, lalu bertingkat dan berlanjut," katanya, Senin (24/8/2020) lalu.

Dalam konser tersebut, lanjutnya, penonton juga dibatasi hanya sekitar 1.200 sampai 1.300 orang saja. Padahal kapasitas normalnya bisa mencapai 13 ribu orang.

Sementara konser Ari Lasso sendiri rencananya digelar pada 12 September 2020 di area wisata Ngopibareng Pintu Langit, Pasuruan. Konser tersebut digelar dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

[irp]

Menyusul setelah adanya kabar ini, Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta Pemprov Jatim agar menghentikan penyelenggaraan konser Ari Lasso tersebut. Sebab konser itu dinilai berpotensi tinggi menyebarkan virus corona atau Covid-19.

"Pertemuan yang berpotensi bertemunya massa membuat orang-orang berkumpul dan berisiko terjadi penularan, apalagi dengan status penularan yang masih tinggi di daerah yang menjadi episentrum (Covid-19) seperti Jatim atau Surabaya," kata Wakil Ketua Umum PB IDI, Adib Khumaidi, Rabu (26/8/2020).

Terkait protokol kesehatan yang akan disiapkan penyelenggara, Adib masih meragukan bisa ditegakkan. Dia sangsi apakah physical distancing bisa terus diterapkan selama konser, dan apakah penyelenggara bisa tetap memastikan penonton menjaga jarak 1,5 meter hingga 2 meter? (nul)

Editor :