klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Cerita Nenek Sumiati dan Supinah di Lamongan, Hidup Andalkan Bantuan Tetangga, Menangis Didatangi Polisi Cantik

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Wakapolres Lamongan Kompol Dies Ferra Ningtyas saat bersama nenek Sumiati di kursi rodanya. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)
Wakapolres Lamongan Kompol Dies Ferra Ningtyas saat bersama nenek Sumiati di kursi rodanya. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Lamongan—Dua nenek di Kedungpring, Lamongan tak bisa menahan air matannya keluar saat disambangi Wakapolres Lamongan Kompol Dies Ferra Ningtyas. Apalagi Ferra datang membawa kursi roda, kasur, bantal dan guling juga badcover.

Dua nenek itu Sumiati (81) dan Supinah (71). Dua perempuan lanjut usia ini kaka beradik. Sumiati sejak lima tahun terakhir tak bisa melihat dan berjalan. Dia juga belum pernah menikah. Praktis, selama lima tahun terakhir dia selalu mendapat bantuan dari tetangga.

[irp]

Sementara Supinah masih sehat. Hanya saja terkadang kepalanya diserang rasa pusing. Lambungnya terkadang juga tak bisa digunakan untuk kerja berat. Suami Supinah juga sudah lama meninggal. Anaknya bekerja kuli bangunan di luar kota. Dia masih berusaha membantu kehidupan sang kakak yang tak bisa apa-apa lagi.

Kakak beradik ini hidup tidak tinggal satu atap. Masing-masing telah memiliki rumah. Bersebelahan. Rumah keduanya cukup sederhana, alas seng dan bangunan kayu bamboo cukup dijadikan tempat berteduh dari hujan dan panasnya matahari.

Sumiati dan Supinah menangis haru saat didatangi Wakapolres Lamongan Kompol Dies Ferra Ningtyas beserta rombongan. Apalagi ketika Ferra dan rombongan polwan memberikan sejumlah bantuan untuk keduanya.

Ferra mengatakan, dalam rombongannya itu dia juga membawa seorang dokter untuk mengecek kesehatan kedua nenek tersebut. Juga membawa sejumlah bantuan yang khusus diberikan kepada mereka.

"Bantuan sosial ini kami lakukan dalam rangka rangkaian kegiatan HUT Polwan ke-72," kata Ferra. Kamis (27/8/2020).

Saat itu, Ferra menyerahkan bantuan berupa kursi roda untuk Sumiati, kasur, bantal dan guling juga badcover. Selain itu Ferra memberikan perlengkapan alat makan, pakaian, selimut hingga paket sembako berisi beras, minyak goreng, mie instan dan telor ayam.

"Kami berikan kursi roda karena melihat Ibu Sumiati tidak pernah keluar rumahnya. Kami berikan kursi roda agar Ibu Sumiati bisa menghirup udara segar," tutur Ferra.

[irp]

Akpol angakatan tahun 2005 ini juga memberikan selimut agar Sumiati dan Supinah tidak kedinginan ketika malam datang. Sebab kakak adik itu tinggal di rumah anyaman bambu yang sudah banyak berlubang.

"Melihat keadaan kedua ibu ini, kita harus bersyukur dengan keadaan kita sekarang. Sebab ternyata masih banyak orang yang jauh kurang beruntung dibanding kita," tambahnya.

"Saya sudah dua kali ini mengunjungi mereka. Mungkin apa yang saya berikan tidak banyak membantu mereka. Namun saya berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban mereka," tandas polisi berwajah glowing asli Surabaya ini. (mkr)

Editor :