KLIKJATIM.Com | Gresik – Transportasi masih menjadi pekerjaan rumah (PR) nomor wahid dalam pengembangan di sektor wisata Pulau Bawean. Karena itu, harapannya ke depan harus bisa segera terpecahkan.
"Yang perlu diperbaiki hanyalah masalah transportasi untuk ke sana (Bawean), karena setiap wisatawan yang berkunjung ke sana pasti nanya pulangnya bagaimana? Ini yang menjadi evaluasi di kami,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Gresik, Agustin Halomoan Sinaga saat dihubungi klikjatim.com, Selasa (25/8/2020).
[irp]
Seperti kemarin, ketika ada kunjungan DPR RI ke pulau terluar Kabupaten Gresik tersebut. “Jadi yang paling mendesak itu masalah transportasi, yaitu jalur udara dan jalur laut," imbuhnya.
Untuk jalur udara, lanjutnya, memang ada informasi akan diupayakan memperpanjang runway sehingga pesawat yang lebih besar bisa mendarat. Sedangkan di jalur lautnya harus ada kapal pulang-pergi (PP) setiap hari.
"Pagi ada yang berangkat, sorenya ada yang pulang. Jadi ada kepastian kapan orang itu kembali. Ini di luar (ketika) ombak tinggi," terangnya.
[irp]
Kendati demikan, tapi perkembangan sektor wisata di Gresik saat ini terus bermunculan. Diakui, bahwa semua ini berkat dukungan dan kerjasamanya dari masyarakat seperti keberadaan kelompok sadar wisata (pokdarwis) di beberapa desa.
“Banyaknya wisata yang berkembang di desa karena didukung pokdarwis sebagai pemerhati di wilayah masing-masing cukup kreatif demi kemajuan desanya,” pungkasnya. (nul)
Editor : Redaksi