klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Air Bengawan Solo di Gresik Tercemari Mikroplastik Jenis Fiber, Ini Akibatnya Kalau Dikonsumsi

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Dua mahasiswi UIN Sunan Ampel Surabaya mengambil sampel air Bengawan Solo di Gresik. (Miftahul Faiz/Klikjatim.com)
Dua mahasiswi UIN Sunan Ampel Surabaya mengambil sampel air Bengawan Solo di Gresik. (Miftahul Faiz/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik - Air Bengawan Solo di wilayah Gresik ternyata sudah tercemari mikroplastik. Limbah berbahaya berjenis fiber ini bisa menganggu metabolisme tubuh hingga menurunkan sistem imun. Apalagi  penyebaran virus Covid-19 masih menghantui.Tentu ancaman ini tidak bisa dianggap remeh. 

Hasil penelitian itu ditemukan mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya, dengan lokasi penelitian di beberapa desa di Gresik. Antara lain, Desa Masangan, Bungah, Legowo, Tajungsari dan Ujung pangkah. Dalam penelitiannya, mahasiswa menemukan air muara Bengawan Solo, air sedimen dan ikanya mengandung mikroplastik. 

[irp]

Salah satu peneliti Ziadatur Rizqiyah mengatakan, mikroplastik adalah potongan plastik yang sangat kecil dan dapat mencemari lingkungan. Sedangkan mikroplastik yang ditemukan adalah jenis fiber bersumber dari serpihan tekstil. Senyawa ini sangat bahaya jika dikonsumsi oleh manusia. 

"Parahnya, rata-rata ikan dan udang sudah terkontaminasi dengan senyawa ini. Jika dikonsumsi manusia bisa berbahaya. Salah satunya menurunkan sistem imun," kata Ziadatur, Senin (24/8/2020). 

"Potensi gangguan metabolisme, gangguan pencernaan dan menurunkan sistem imun. Pada masa pademi ini penurunan imun dapat berdampak serius ancaman kesehatan dan ketahanan tubuh terhadap Covid-19," ternganya.

[irp] 

Peneliti lain, Rahmania juga menjelaskan, pengambilan sample air dilakukan pada 14 Agustus 2020 di beberapa desa di Gresik. 

Sedangkan beberapa lokasi yang ditemukan mikroplastik. Antara lain di Desa Masangan terdapat 87 mikroplastik dalam 100 L air Bengawan Solo, Desa Legowo terdapat 54 mikroplastik dalam 100 L air dan Desa Bungah terdapat 57 mikro plastik dalam 100 L air.

"Salah satu penyebab pencemaran mikroplastik adalah tidak adanya sistem layanan pengangkutan sampah Pemkab Gresik yang menjangkau wilayah Masangan, Bungah, Tajungsari dan Pangkah wetan," jelas Rahmania.

"Sehingga masyarakat menjadikan bantaran Bengawan Solo sebagai tempat sampah. Seperti terlihat di sepanjang pinggiran sungai ditemukan tumpukan sampah di pinggir bengawan di desa Bungah," pungkasnya. (bro)

Editor :