klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Banggar DPRD Bojonegoro Minta Pemkab Siapkan Pelatihan Sertifikasi Migas Bagi Warga

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Banggar DPRD Bojonegoro rapat bersama TPAD Bojonegoro. (Nur Afifullah/Klikjatim.com)
Banggar DPRD Bojonegoro rapat bersama TPAD Bojonegoro. (Nur Afifullah/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro menggelar rapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di ruang Paripurna DPRD Bojonegoro. Rabu (19/8/2020)

Dalam rapat tersebut Ahmad Supriyanto meminta agar Pemkab Bojonegoro mengalokasikan anggaran untuk pelatihan sertifikasi bidang migas bagi warganya, agar mereka memiliki kualifikasi yang dibutuhkan industri.

Anggota Banggar DPRD Bojonegoro ini mengungkapkan, warga Bojonegoro selama ini terkendala masalah sertifikasi. Sehingga mereka banyak yang tidak terakomodir di proyek migas seperti Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang sedang berlangsung sekarang ini.

“Akibatnya untuk tenaga semi skill dan skill di isi orang dari luar Bojonegoro,” papar Politisi Partai Golkar itu

Ia menambahkan, data yang dia miliki dari 39 ribu pengangguran di Bojonegoro, baru 27% yang bekerja. Sedangkan proyek Gas JTB saat ini baru menyerap sekitar 2.700 tenaga kerja. Sementara kebutuhan tenaga kerja saat puncak konstruksi yang diperkirakan sampai akhir tahun ini, bisa sampai 6.000 orang.

[irp]

“Ini harus dipersiapkan Disperinaker Bojonegoro. Bagaimana warga memiliki sertifikasi migas agar bisa terlibat di proyek gas JTB, sehingga target penganggurang berkurang,” kata Suprianto selaku anggota DPRD Bojonegoro

Sementara itu Kepala Disperinaker Bojonegoro Welly Fritama menjelaskan, sekarang ini sedang menyusun format tentang pelatihan sertifikasi sesuai kebutuhan kerja di industri migas. Salah satunya menggandeng operator dan kontraktor migas yang melakukan kegiatan di Bojonegoro.

[irp]

“Kami juga sudah koordinasi dengan PPSDM Migas Cepu untuk pemberian pelatihan sertifikasi. Pada prinsipnya mereka siap bekerja sama,” tandasnya.

Untuk pelaksanaan pelatihan sertifikasi di PPSDM Migas Cepu, Welly belum bisa memberikan kepastian. Karena anggaran untuk pelatihan tersebut belum dianggarkan dalam APBD 2020.

“Kalau kami tinggal mengikuti keputusan tim anggaran, jika pada P-APBD nanti dianggarakan ya akan kita laksanakan,” jawabnya.

Welly mengakui, jika selama ini belum pernah menganggarkan untuk pelatihan sertifikasi migas. Pelatihan yang diberikan selama ini masih seperti las, teknik mesin, menjahit, sablon, painting, dan pengolahan hasil pertanian. “Belum pernah ada anggaran untuk itu,” tambahnya.

Sedangkan, Ketua TPAD Bojonegoro, Nurul Azizah menyampaikan pelatihan sertifikasi di PPSDM Migas Cepu untuk gelombang pertama akan dilaksanakan pada 24 Agustus, dan gelombang kedua pada September 2020.

“Untuk sertifikasi migas ini Pemkab Bojonegoro sudah sinergi dengan pihak ketiga dan PPSDM Migas Cepu,” pungkasnya. (bro)

Editor :