KLIKJATIM.Com | Gresik - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupten Gresik terus memperkuat tim tracing atau penelusuran pasien Covid. Langkah ini sebagai antisipasi sekaligus menekan penyebaran virus corona di Kabupaten Gresik. Setidaknya itu terbukti dengan melandainya pasien terkonfirmasi Covid-19 sejak Juli lalu di Gresik.
[irp]
Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupatn Gresik, Sambari Halim Radianto menjelaskan, pihaknya sudah menginstruksikan tim gugus tugas lainnya seperti dinas kesehatan, puskesmas, kecamatan dan perangkat desa untuk menelusuri data pasien Covid-19. Baik yang terdeteksi di Kabupaten Gresik dan sekitarnya maupun yang terpapar di luar Gresik namun domisilinya sesuai KTP adalah warga Gresik.
"Alhamdulillah sejauh ini tim tracing gugus tugas Kabupaten Gresik sudah melaksanakan tugasnya dengan optimal. Ini bisa diketahui dari penambahan pasien Covid yang melandai sejak Juli lalu. Kemudian, angka kesembuhan pasien juga cukup tinggi," terang Bupati Sambari.
Sesuai data update, jumlah pasien yang sembuh per hari Kamis (20/8/2020) mencapai 31 orang, sementara yang terkonfirmasi mencapai 29 orang. Untuk total pasien sembuh hingga Kamis tercatat 1.718 orang. Selanjutnya jumlah pasien terkonfirmasi ada 2.378. "Sedangkan yang masih menjalani perawatan hingga kini ada 499 orang," kata Sambari Halim Radianto yang juga Bupati Gresik ini.
[irp]
Ditambahkan, pihaknya hingga kini juga terus memonitor perkembangan Covid. Meski sudah masuk zona orange, namun pihaknya tidak akan mengendorkan pengawasan penerapan protokol kesehatan. Pihaknya juga memonitoring penguatan tracing dan tracking wilayah. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi terkait tindakan yang harus dilakukan oleh Pemkab Gresik dalam menekan penyebaran virus corona di wilayah tersebut.
“Saya berharap para tokoh masyarakat, Ketua RW dan Ketua RT turut aktif membantu tim tracing untuk melakukan pengawasan pada warganya yang berstatus konfirm positif, khususnya untuk terus disiplin dalam mengisolasi diri,” ujar Sutiaji.
Dijelaskan, bahwa sejumlah kecamatan yang angka positifnya tinggi diperhatikan lebih intensif pengawasanya. “Treatment pasca tracing dan tracking harus kita lakukan seperti pemberian suplemen atau herbal agar imunitas mereka meningkat termasuk juga masyarakat di sekitarnya,” ujar Bupati Sambari.
Ditegaskan, hingga kini vaksin covid belum ada. Dan satu-satunya vaksin yang paling ampuh adalah disiplin dan disiplin. Menurutnya tidak kalah pentingnya adalah edukasi. “Kita sampaikan, kepada pak RT RW, karena vaksinnya belum ada. Maka vaksinnya adalah disiplin. Mulai dengan pola hidup bersih sehat, jaga jarak, cuci tangan dan pakai masker," pungkas Sambari Halim Radianto. (hen)
Editor : Redaksi