KLIKJATIM.Com | Gresik – Wakil Ketua Komisi I DPRD Gresik, Syaichu Busiri menampik bahwa dirinya disebut ikut-ikutan melobi warga untuk diizinkannya dua kapal tongkang agar bisa bongkar muatan, karena sudah terlanjur bersandar di Pelabuhan PT Gresik Jasatama (GJT). Dan perlu diketahui, kehadirannya di tengah masyarakat pada saat pertemuan antara warga dan Ketua DPRD Gresik, Fandi Akhmat Yani tersebut secara tiba-tiba.
“Saya nggak datang bersama ketua dewan. Jadi waktu itu saya ditelefon sama salah satu warga di situ dan diminta untuk datang, katanya ada pertemuan dengan ketua dewan. Dan, waktu saya datang pertemuan juga sudah berlangsung,” paparnya saat dihubungi klikjatim.com, Rabu (19/8/2020).
[irp]
Disinggung terkait agenda kedatangan ketua dewan yang disebut untuk ‘merayu’ warga supaya mengizinkan dua kapal tongkang bongkar batu bara, Syaichu mengaku justru tidak tahu sebelumnya. Baru mengetahui ketika dirinya hadir dalam pertemuan waktu itu.
“Keputusan warga waktu itu tetap menolak, yaitu tidak mengizinkan kapal tongkang ini bongkar. Kalau misalkan itu (kedatangan Yani, red) permintaan orang GJT, ya silahkan orang GJT yang datang sendiri menemui warga. Itu permintaan warga,” urainya.
Lebih lanjut, pihaknya pun sepakat dengan aspirasi warga sekitar. Jika memang ada 2 kapal tongkang yang belum bisa bongkar muatan dan ingin merayu warga, maka sebaiknya pihak GJT harus datang sendiri untuk bertemu warga. “Jadi tidak perlu melalui perantara,” imbuhnya.
[irp]
Yang terpenting lagi, dalam pertemuan tersebut Syaichu menegaskan kepada pihak aparat keamanan untuk tidak bertindak berlebihan kepada warga. Sebab mereka sedang berjuang untuk menyuarakan aspirasi yang berkaitan dengan nasibnya.
Terpisah, Ketua DPRD Gresik, Fandi Akhmad Yani belum dapat dikonfirmasi. Saat dihubungi melalui sambungan seluler via aplikasi WhatsApp-nya tidak ada jawaban hingga berita ini dituliskan. (rtn)
Editor : Redaksi