klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Upacara Kemerdekaan Indonesia Ala Kuli Bangunan Gresik

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Para kuli bangunan mengikuti upacara bendera peringatan Kemerdekaan Indonesia. (Miftahul Faiz/Klikjatim.com)
Para kuli bangunan mengikuti upacara bendera peringatan Kemerdekaan Indonesia. (Miftahul Faiz/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Peringatan Hari Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia juga diperingati para kuli bangunan di Gresik. Mereka menggelar upacara di lokasi pengerjaan proyek perumahan Graha Amerta di Kecamatan Kebomas, Gresik, Senin (17/8/2020).

Hamdi Ahmad, kuli bangunan asal Bojonegoro tidak bisa merayakan hari kemerdekaan bersama keluarganya di desa. Pria 49 tahun ini masih harus bekerja di bawah terik matahari. Dia masih bersemangat kerja di tengah pandemi covid-19, mengaduk pasir dengan semen untuk membuat tembok sebuah musholla di sebuah perumahan yang sedang dibangun.

Dia tidak sendiri, bersama puluhan temannnya yang bekerja sebagai kuli bangunan berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur. Meski jauh dari rumah dan keluarga, bapak tiga anak ini sepakat bersama teman-temannya yang juga kuli bangunan untuk ikut memperingati hari kemerdekaan walau hanya sederhana.

[irp]

Tiang berwarna putih kurang dari lima meter yang berada tepat di depan musholla yang sedang dibangun dimanfaatkan sebagai tiang bendera. Tali tampar berwarna biru sebagai tali untuk mengibarkan bendera merah putih.

Hamdi sendiri mengaku pernah menjadi pemimpin upacara saat duduk di bangku sekolah dasar (SD). Meski tidak lanjut sekolah hingga bangku SMA, namun tidak menyurutkan niatnya untuk menggelar upacara walau hanya sederhana.

Tepat pukul 10.00 Wib, dia mengajak teman-temannya untuk berhenti sebentar dari aktivitas. Sebanyak belasan kuli bangunan langsung membuat barisan. Kuli bangunan lainnya berada di depan lokasi proyek masing-masing, seperti di depan rumah yang sedang dibangun, di depan mobil bangunan yang mengantarkan material. Tujuannya untuk menerapkan protokol kesehatan physical distancing menghindari kerumunan dengan jaga jarak.

Mereka tetap khusyu’ mengikuti upacara ini meski dibalut masker dengan mengenakan pakaian yang mereka kenakan sehari-hari berpaluh keringat dan terkena cat. Mereka tetap berdiri di depan tiang bendera dengan sikap sempurna. Hamdi bertugas sebagai pengibar bendera bersama dua orang lainnya.

Meski tidak digelar secara formal, seperti adanya pemimpin upacara, para kuli bangunan ini menyiapkan barisan masing-masing. Saat petugas pengibar bendera berjalan menuju tiang bendera mereka antusias melihat sang merah putih berkibar.

[irp]

Tidak ada suara alunan musik dari piano lagu Indonesia Raya seperti upacara pada umumnya, mereka menyanyikan lagu kebangsaan itu secara bersama-sama sembari dengan sikap hormat saat petugas menarik bendera.

“Dulu kita itu dijajah sekarang kita merdeka, sangat salut upacara sederhana untuk menghormati para pahlawan,” terangnya.

Sementara pengembang perumahan Graha Amerta, Widodo Febriyanto mengaku terharu dan mengapresiasi semangat para pekerja. Apalagi upacara HUT Kemerdekaan ke-75 RI  tersebut dilakukan secara spontan.

“Walapun sederhana dan spontanitas mudah-mudahan menggugah semnagat patriotisme kita semua dalam mencintai NKRI,” tutupnya. (bro)

Editor :