KLIKJATIM.Com | Gresik – Tujuan Akhmad Riwanto, warga jalan Umar Said Blok I No.04 RT 02 RW 09 Randuagung, Kebomas, Gresik menyimpan uang di bank agar lebih aman. Namun harapan itu menjadi pupus setelah melihat uangnya di rekening Bank Rakyat Indonesia (BRI) tiba-tiba terkuras hingga senilai Rp 61 juta.
“Saya nggak pernah merasa melakukan transaksi sama sekali tapi tiba-tiba uang saya habis,” ujar Riwanto kepada klikjatim.com, Jumat (14/8/2020).
Dijelaskannya, peristiwa ini terjadi pada tanggal 13 Maret 2020 silam. Malam itu dirinya baru saja belanja di salah satu mall di Gresik. Anehnya, setelah melakukan transaksi ternyata uang nasabah langsung berkurang secara bertahap.
“Saya baru ngerti besoknya kalua ATM saya dibobol. Waktu itu saya mau ambil uang di ATM tapi sudah keblokir, sehingga saya lapor melalui call center. Karena saya tidak merasa mengajukan permintaan blokir,” terangnya.
[irp]
Kemudian laporan itu ditelusuri melalui sistem di BRI dan menyebutkan bahwa transaksi dilakukan dengan normal. Sesuai bukti transaksinya tercatat ada 5 kali, yaitu mulai pukul 20.50 WIB senilai Rp 3,5 juta. Selang dua menit, tepatnya pukul 20.52 WIB ada transaksi lagi sebesar Rp 20 juta.
Pukul 21.05 WIB terjadi transaksi Rp 35 juta, pukul 21.06 WIB senilai Rp 1.250.000, serta pukul 21.06 WIB kembali ada transaksi Rp 1.250.000. “Dari data yang disampaikan BRI kepada saya, uang-uang itu ditransfer pada tanggal 13 Maret itu juga ke rekening lain atas nama Fitri Handayani alamat Surabaya. Setelah itu ditransfer lagi ke rekening dengan atas nama Dian Agustina alamat Gresik, Jalan Jaksa Agung Suprapto,” paparnya.
Riwanto pun mengaku tidak mengenal nama-nama tersebut. “Waktu dilihat dari CCTV ATM, transaksi ini dilakukan di Tol Sidoarjo dan saya juga tidak mengenal orang itu. Untuk kartu ATM juga masih saya pegang, dan tidak ada yang tahu nomor pinnya tapi kenapa bisa dibobol,” menurutnya.
Yang disayangkan lagi, penanganan dari pihak bank BRI sangat lambat. Karena terhitung sudah 5 bulan sampai sekarang masih belum ada kepastian uangnya bisa kembali atau tidak?
[irp]
“Saya sangat kecewa. Padahal saya juga sudah datang ke kantor cabang di Kedungdoro Surabaya, tapi belum juga ada kepastian. Terakhir saya disuruh membuat surat pernyataan yang intinya, saya tidak pernah melakukan transaksi itu,” katanya.
“Dan, saya tetap meminta pertanggungjawaban dari pihak bank BRI. Uang saya harus kembali, karena saya tidak pernah merasa melakukan transaksi itu,” tambah Direktur PT Rivan Pratama Energi tersebut.
Terpisah, Kepala Cabang BRI Kedungdoro, Sofian Diana belum dapat memberikan konfirmasi terkait peristiwa pembobolan dengan teknik skimming atau penyalinan data kartu ATM hingga berita ini dituliskan. "Sebentar mas, saya lagi rapat. Nanti saya telfon balik ya," katanya kepada klikjatim.com. (hen)
Editor : Redaksi