klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Hajar hingga Rampas Warga Luar Malang, Delapan Oknum Aremania Dibekuk Polisi

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Malang—Delapan oknum anggota Aremania, supporter Arema FC dibekuk polisi. Mereka menjarah dan menghajar warga luar Malang dengan mengenakan atribut Aremania sebelum parayaan hari ulang tahun Arema 11 Agustus 2020 yang lalu.

Kedelapan pelaku yang diamankan Polisi dalah M Fahmi Nur Ulum (18) warga Lowokwaru, Kota Malang. Ozy Ardianto (25) warga Sukun, Kota Malang. Eko Hardianto (26) warga Klojen, Kota Malang. M Mathori (24) warga Lowokwaru, Kota Malang. Novan alias Kopet (23) warga Klojen, Kota Malang. Dani Yoga alias Ambon (21) warga Lowokwaru, Kota Malang. Rizaldi (25) warga Kedungkandang dan M Fitra (19) warga Kedungkandang, Kota Malang.

[irp]

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengatakan, para pelaku ini mengenakan atribut Aremania saat beraksi. Para pelaku menghadang warga asal luar Malang yang hendak menuju Kota Batu. Berdalih sedang ada kegiatan ulang tahun Aremania, para pelaku kemudian mengantar korbannya ke tempat yang dituju. Di situ, para pelaku menghajar korban hingga menjarah bawang bawaannya.

"Kebetulan rata-rata pelaku memakai atribut Aremania semua. Jangan sampai citra Aremania yang selama ini sudah cukup baik  dan punya etika baik, harus tercoreng oleh perbuatan oknum-oknum yang seperti ini,”  kata Hendri Umar kepada wartawan di Mapolres Malang, Jumat (14/8/2020).

Hendri menegaskan, para pelaku merupakan gerombolan premanisme yang tidak perlu dicontoh Aremania lainnya. Selain itu, lanjut Hendri, ternyata para pelaku ini merupakan seorang pengangguran.

“Kalau Aremania yang baik saya yakin tidak akan berbuat seperti itu. Aremania yang baik akan selalu fairplay, akan selalu berbuat yang positif dan selalu menjaga kebaikan diseluruh wilayah Malang Raya ini,” ujarnya.

Para tersangka ini dijerat pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman 9 tahun penjara. Serta dijerat pasal 170 tentang perusakan dan pengeroyokan terhadap barang serta orang.

[irp]

Ketua Panpel Arema Abdul Haris yang ikut dalam konferensi pers mengatakan, sangat menyayangkan aksi premanisme dan kriminalitas yang dilakukan oknum Aremania. Sebagai manajemen di Arema, pihaknya selama ini hanya memberi dukungan ke Aremania dalam kegiatan-kegiatan yang positif.

“Dan kami selalu berpesan pada rekan-rekan bahwa Aremania itu suporter terbaik, terbesar dan selalu menjadi contoh bagi suporter yang lain. Oleh karena itu jangan sampai merusak, mencoreng nama besar Aremania dengan perbuatan dan perilaku yang tidak terpuji,” paparnya.

Polres Malang sejauh ini masih memburu pelaku lain. Diduga, aksi sweeping dan penganiayaan dilakukan puluhan orang. Sementara barang bukti yang disita yakni dua kendaraan roda empat dan sejumlah motor roda dua milik kawanan pelaku. Sejumlah telepon genggam, dompet, surat-surat penting, uang tunai hingga pecahan pot bunga yang dijadikan pelaku merusak kendaraan korban. (hen)

Editor :