klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Muncul Rekomendasi Gus Ipul, Koalisi Bintang 9-9 Bintang Pilwali Pasuruan Bubar Jalan?

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Pertemuan Koalisi Bintang 9-9 Bintang jelang Pilwali Pasuruan 2020.
Pertemuan Koalisi Bintang 9-9 Bintang jelang Pilwali Pasuruan 2020.

KLIKJATIM.Com | Pasuruan—Koalisi Bintang 9-9 Bintang yang dirancang untuk Pilwali Pasuruan 2020 terancam bubar. Itu setelah beredar luas muncul rekomendasi Calon Walikota Pasuruan dari PKB kepada Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

Bintang 9 merupakan sebutan bagi PKB seperti di lambang partai. Sementara untuk koalisi 9 Bintang ini merupakan gabungan dari Partai Gerindra, PKS, PAN dan PPP.  Ke empat partai ini jika digabung mengantongi 9 kursi di DPRD Kota Pasuruan. Dalam poros ini telah memunculkan empat nama bakal calon wali kota yang akan diusung. Namun, sayangnya koalisi kini terancam bubar di jalan.

[irp]

Ketua DPD PAN Kota Pasuruan Helmi membenarkan kabar bubarnya koalisi bintang 9 dan 9 bintang. Dikatakan dia, bersama partai lain memiliki wacana memberangkatkan calon sendiri.

"Saat ini kami masih menunggu kepastian itu. Selama ini rumor yang beredar hanya di media saja. PKB sendiri secara resmi belum menyerahkan rekom ke siapa," kata Helmi kepada klikjatim.com, Jumat (14/8/2020).

"Paling tidak minggu ini atau paling lambat minggu depan sudah clear. Kami juga tidak bisa menunggu rekom PKB. Ini kami sedang rapat sama teman-teman, maksimal minggu depan sudah ada sikap dari kami," sambung Helmi.

Ketua DPC Gerindra Kota Pasuruan Ahmad Zubaidi menambahkan, saat ini koalisi 9 bintang sedang berupaya untuk menyatukan rombongan, dalam satu tujuan, satu gerakan, dan satu frekuensi.

"Ini isyarat bahwa kami tidak menoleh kanan ataupun kiri. Ini sedang kami bicarakan di internal koalisi kami. Kami akan mempertimbangkan banyak hal," ujarnya. 

[irp]

Dijelaskan dia, opsi mengusung calon sendiri tanpa harus melibatkan PKB merupakan hal yang wajar. Dalam demokrasi, kata Zubaidi, itu bagian dari upaya memberikan pilihan kepada masyarakat.

"Semakin banyak pilihan, semakin masyarakat menimbang-nimbang untuk menentukan pilihan mereka. Ini juga bagian upaya untuk memberikan pilihan ke masyarakat agar tidak salah memilih pemimpin," tuturnya. (mkr)

Editor :