klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Ditegur Ambil Bendera, Anggota PSHT Ngamuk, Lima Warga Luka-Luka dan Dua Pesilat Nyaris Dimassa

avatar Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Korban pengeroyokan tengah dirawat di Puskesmas terdekat. istimewa
Korban pengeroyokan tengah dirawat di Puskesmas terdekat. istimewa

KLIKJATIM.Com I Situbondo - Tawuran antara puluhan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Situbondo dengan warga Desa Kayuputih, Kecamatan Panji, Situbondo pecah. Akibatnya lima warga mengalami luka, tiga diantarnya dilarikan ke rumah sakit karena luka di bagian wajah dan kepala. Korban di pukul dan terkena lemparan batu.

[irp]Informasi yang diterima, peristiwa dipicu aksi dari seorang oknum anggota PSHT mengambil bendera yang dipasang didepan rumah warga Zainal Arifin. Saat itu, ada puluhan anggota PSHT yang berkonvoi usai menjalani kenaikan tingkat.

Zainal yang tahu jika bendera yang dipasang dekat kios bensinnya dicabut dan diambil mencoba menegur. Selanjutnya meminta agar bendera dikembalikan lagi.

Bukannya meminta maaf dan memenuhi teguran. Puluhan anggota PSHT lannya malah menghentikan laju motornya. Lalu melakukan pengeroyokan kepada korban Zainal Arifin. "Ada anggota PSHT mengambil bendera merah putih, saya tegur dan meminta agar dikembalikan, namun justru puluhan anggota PSHT melakukan pengeroyokan ,”kata Zainal Arifin, Minggu (9/8/2020).

[irp]Warga sekitar yang mengetahui Zainal Arifin jadi korban pengeroyokan, spontan menolong dan membantu korban. Para anggota PSHT malah semakin bringas dan langsung melempar warga dengan membabi batu dan melempar rumah dengan menggunakan batu bata.

Usai melempar warga, puluhan anggota PSHT langsung tancap gas ke arah selatan.Lima warga yang menjadi korban dalam aksi tawuran tersebut, Zainal Arifin dan Helmi, keduanya hanya mengalami luka lecet.

[irp]

Syaifurrahman mengalami luka di wajahnya, Suharnoluka parah dibagian matanya, dan korban Abdul Malik mengalami luka di hidung serta kepala dibagian belakang.

Selain itu diketahui terjadi aksi perampasan. Ada oknum anggota PSHT yang merampas dua ponsel milik korban bernama Helmi. Warga sempat menahan dua orang oknum anggota PSHT yang ditinggal rombongan. Keduanya, bernama Dayat dan Fauzi. Keduanya nyaris babak belur dihakimi massa.

[irp]Beruntung aparat kepolisian cepat merespon dengan mendatangi lokasi kejadian. Akhirnya keduanya berhasil diamankan petugas Sabhara Polres Situbondo dan anggota Polsek Mangaran.

Atas peristiwa ini, aparat kepolisian bergerak cepat. Wakapolres Situbondo Kompol Zein Mawardi yang langsung turun ke lokasi kejadian.

"Pemicu bentrok fisik antara puluhan anggota PSHT dengan warga itu, lantaran salah seorang anggota perguruan silat tersebut mengambil bendera," terangnya.

[irp]

Untuk mengantisipasi terjadinya bentrok susulan, kepolisian melakukan koordnasi dengan ketua PSHT Situbondo untuk mengendalikan anggotanya. Selain itu, diminta kepada warga untuk tidak melakukan aksi balas dendam.(fnews)

Editor :