klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Dikira Sindikat Pemalsu Uang, Ternyata Hanya Uang Mainan

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Seorang perempuan didatangi Polsek Klojen di di hotel Jl Aris Munandar, Kota Malang karena mengira menyimpan uang palsu meski akhirnya diketahui hanya mainan.
Seorang perempuan didatangi Polsek Klojen di di hotel Jl Aris Munandar, Kota Malang karena mengira menyimpan uang palsu meski akhirnya diketahui hanya mainan.

KLIKJATIM.Com | Malang - Seorang perempuan berumur 30 tahunan digerebek anggota Polsek Klojen di salahsatu kamar hotel di Jl Aris Munandar, Kota Malang, Sabtu (8/8/2020). Polisi awalnya mengira tumpukan uanga sejumlah Rp 1,3 miliar itu palsu. Namun, belakangan diketahui uang tersebut hanya dummy atau mainan.

[irp]

Kapolsek Klojen Kompol Fatkhur Rokhman mengatakan, awalnya polisi mendengar informasi adanya pemalsu uang. Kemudian bersama anggota Kodim 0833/Kota Malang, mereka mendatangi salahsatu kamar yang dihuni oleh pemilik uang mainan ini. “Setelah dicek ternyata uang mainan,” kata Kapolsek Klojen, Kompol Fatkhur Rokhman.

Uang mainan itu ditaruh di dalam tas berwarna biru yang dititipkan di brankas hotel. Fatkhur menambahkan, wanita yang diketahui berasal dari Jawa Barat ini awalnya bersama tiga orang temannya. Mereka ke Malang untuk mengurus tanah.

“Jadi mereka sudah menginap di hotel kurang lebih 12-14 hari. Katanya untuk mengurus tanah di Malang. Namun, tiga temannya ini kemudian pergi dan tidak ada kontak sama sekali. Kemudian karena tidak membayar hotel akhirnya kami datangi itu, sekarang yang bersangkutan masih diperiksa di Polsek Klojen,” katanya.

[irp]

Uang mainan mulai dari pecahan 20 ribu hingga 100 ribu ini kini ikut dibawa ke Polsek Klojen. Polisi sementara ini juga masih mencari keberadaan tiga teman wanita yang diamankan tersebut.

“Bisa jadi wanita ini jadi korban karena tidak membayar hotel akibat ditinggal temannya. Urusannya sama hotel karena hotel yang dirugikan, nanti bagaimana jalan keluarnya masih dicarikan. Tapi kalau soal uang palsu itu bukan karena uang mainan,” jelasnya. (hen)

Editor :