KLIKJATIM.Com | Gresik - Ratusan pekerja seni di Kabupaten Gresik akhirnya bereaksi. Kamis (6/8/2020) siang tadi, mereka menggelar demonstrasi di depan kantor dewan untuk meminta jaminan diperbolehkannya menggelar kegiatan hiburan di masa new normal Pandemi Covid-19.
Para seniman yang ikut dalam aksi damai ini berasal dari berbagai bidang. Antara lain penyanyi, penari, musisi, pemilik sound sistem, seni reog dan sebagainya. Kehadiran masa aksi pun ditemui oleh Komisi IV DPRD Gresik.
Hasilnya, DPRD Gresik berjanji menindaklanjuti aspirasi para pendemo. Yaitu akan mengundang para stakeholder untuk duduk bersama membahas izin terkait kegiatan seni dengan mekanisme DPRD, selambat-lambatnya satu minggu setelah audiensi.
[irp]
"Kalau mengacu Perbup (Peraturan Bupati) Nomor 22 Tahun 2020 Tentang Masa Transisi Menuju Normal Baru Dalam Masa Pandemi Covid 19, sebenarnya terkait kegiatan seni di Kabupaten Gresik sudah tidak ada masalah. Bisa menyelenggarakan kegiatan, tapi dengan catatan harus menerapkan protokol kesehatan covid," ungkap Ketua Komisi IV DPRD Gresik, Muhammad didampingi Anggota Dewan Syaichu Busiri dan M. Zaifuddin saat menemui demonstran.
Kendati demikian, pihaknya tetap akan membahas masalah ini dengan stakeholder terkait seperti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), serta lintas instansi. Sehingga diharapkan, tidak menimbulkan masalah baru lagi.
Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Damai Pekerja Seni Gresik, Aan Ismawan menjelaskan, tujuan kedatangannya menggelar demonstrasi untuk meminta kejelasan terkait izin kegiatan seni di masa new normal pandemi covid. Sebab aturan berdasarkan Perbup 22/2020 tersebut dinilai belum dapat memberikan jaminan.
[irp]
Hal ini dikarenakan masih ditemukan kesulitan mendapatkan izin dari kepolisian selaku pihak keamanan. Maka, Perbup 22/2020 harus direvisi untuk memberikan kepastian atau jaminan kegiatan seni. "Selama ini masyarakat yang mau punya acara masih takut, mereka khawatir kalau tetap menyelenggarakan kegiatan nantinya malah dibubarkan," ujar Aan.
Nah, hal tersebut pun berdampak pula kepada pekerja seni. Sehingga job kegiatan sepi, bahkan berhenti total selama beberapa bulan sejak mewabahnya pandemi covid pada awal tahun ini.
"Sementara kami ada kebutuhan sehari-hari yang harus dipenuhi. Mulai dari menyekolahkan anak, untuk bayar cicilan mobil, motor dan lain sebagainya. Jadi, kami meminta kepada pemerintah untuk memberikan jaminan dan kepastian bahwa kegiatan seni di Gresik sudah boleh digelar tanpa ada rasa kekhawatiran sama sekali," tandasnya. (hen)
Editor : Redaksi