klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Sedia Selimut Hangat Sebelum Kedinginan di Suhu 14 Derajat

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
WIsatawan yang bermalam di Gunung Bromo setidaknya harus menyiapkan mantel rangkap dan selimut hangat terutama pada mala hingga pagi.
WIsatawan yang bermalam di Gunung Bromo setidaknya harus menyiapkan mantel rangkap dan selimut hangat terutama pada mala hingga pagi.

KLIKJATIM.Com | Malang - Warga Surabaya yang hendak menginap di Kota Batu, Malang, Gunung Bromo, Trawas dan Pacet Mojokerto atau Kawah Ijen sebaiknya menyiapkan selimut atau mantel hangat dalam sepekan terakhir. Jika tidak, siap-siap anda bakal kedinginan sampai ke tulang karena subhu pada malam hari di beberapa wilayah pegunungan di Jatim ini bisa mencapai 14 derjat celcius.

[irp]

Efek mbediding alias kedinginan akan terasa mulai tengah malam hingga pagi saat cuhu ekstrem di awal musim kemarau. Prakirawan cuaca BMKG Nanda Alfuadi menyebut bahwa udara dingin yang terjadi di malam menjelang pagi hari, ada dua hal yang mempengaruhi. Dua hal tersebut yakni kandungan uap air di atmosfer dan kecepatan angin.

“Kandungan uap air di atmosfer yang cukup rendah di wilayah Indonesia bagian selatan dalam beberapa pekan ini menyebabkan radiasi gelombang panjang dari Bumi, yang dapat menghangatkan atmosfer Bumi lapisan bawah, terlepas ke angkasa,” kata Nanda.

Kondisi ini, kata Nanda, membuat energi yang digunakan untuk menghangatkan atmosfer di lapisan bawah akan lebih kecil dibandingkan ketika kandungan uap air di atmosfer relatif cukup banyak. Hal ini secara kasat mata, juga terlihat dari berkurangnya tutupan awan dalam beberapa pekan ini dibandingkan dengan bulan lalu.

“Kondisi atmosfer yang cukup kering tersebut diperkuat dengan kecepatan angin dari selatan Indonesia yang cukup kuat sehingga seolah udara di Indonesia bagian selatan terasa semakin dingin,” terang Nanda.

Meski demikian, katanya, saat ini belum merupakan puncak kemarau sehingga kondisi ini bukan merupakan kondisi yang paling signifikan. “Diprakirakan pada Agustus dan awal September nanti kondisi dingin akan semakin terasa di wilayah Jawa, Bali, NTB, dan NTT,” jelas Nanda.

[irp]

Terpisah, Kasubag Observasi dan Informasi BMKG Karangploso Malang, Anung Suprayitno mengatakan, pada fenomena ini suhu akan terasa lebih dingin ketimbang hari biasa. Terutama akan terjadi pada malam hari hingga pagi hari. Fenomena ini sebenarnya rutin terjadi setiap tahun.

“Yang jelas terutama adalah membangun kesiapan dari sisi kesehatan terutama yang sudah lansia sangat rentan dengan suhu ini. Harus pintar-pintar jaga kondisi apalagi saat ini pandemi,” kata Anung.

Dijelaskan, fenomena ini terjadi karena, wilayah selatan ekuator berada di titik terjauh dari garis edar matahari. Saat itu tekanan udara di Bumi Belahan Selatan lebih tinggi daripada di Bumi Belahan Utara. Ini , membuat pola sirkulasi angin bertiup dari selatan (Australia) ke utara (Asia).

“Seiring Benua Australia sedang musim dingin, maka aliran udara yang melewati wilayah kita ini bersifat kering dan dingin yang dikenal dengan monsun timuran. Muson timuran berimplikasi di wilayah kita,” ujar Anung.

[irp]

Saat ini suhu terdingin di Malang Raya sudah mencapai 14 derajat celcius. Dalam catatan BMKG Karangploso, suhu paling dingin dalam sejarahnya pernah terjadi pada 1994 dengan suhu 11,5 derajat celcius. Perubahan suhu dingin ekstrem tahunan ini biasanya terjadi dalam kurun Mei hingga September dengan puncak suhu ekstrem pada sekitar bulan Agustus.

Sementara itu, Oky Sukma Hakim ST Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika stasiun meteorologi klas 1 Juanda Surabaya membenarkan tentang suhu udara di Kota Batu mencapai 15 derajat celsius. “Kabupaten Malang dan Kota Malang suhu udara mencapai 19 derajad celsius,” kata Oky Sumkam Hakim .

Sejumlah tempat lain malam ini yang diperkirakan suhu ekstrem adalah Kabupaten Mojokerto juga mencapai 19 derajad celsius. (hen)

Editor :