klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Memberatkan, Arema FC Hapus Sistem Kontrak dengan DP

avatar Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Suporter arema yang setia mendukung Singo Edan. IST
Suporter arema yang setia mendukung Singo Edan. IST

KLIKJATIM.Com I Malang - Manajemen Arema FC akan mengahpus sistem kontrak dengan uang muka pada musim depan.  Sistem down payment alias DP yang selama ini berjalan dirasa memberatkan klub.

"Musim depan 18 klub Liga 1 bersepakat untuk menghilangkan tradisi DP, yang sepertinya cuma ada di Indonesia. Jujur saja, DP ini memberatkan klub," kata General Manager Arema FD, Ruddy Widodo, Sabtu (25/7)

[irp]Gambarannya, poda sistem dengan down payment alias DP, pemain yang dikontrak Rp500 juta dalam 10 bulan, akan mendapatkan DP 20%, yakni Rp100 juta. Maka gajinya setiap bulan adalah 500 juta dikurangi DP 100 juta, hasilnya 400 juta. Hasil 400 juta kemudian dibagi 10 bulan, yaitu 40 juta per bulan.

Dengan mengahapus sistem DP, pemain yang memiliki nilai kontrak Rp500 per bulan akan menerima gaji Rp50 juta dalam 10 bulan. "Misal Arema anggarannya 30 miliar per musim, harus ada Rp7,5 miliar di muka untuk DP,” kata Ruddy mengutip Wearemania.

[irp]Ia menjelaskan sistem kontrak tanpa DP itu sudah diterapkan pada para pemain asing Arema FC pada musim ini. Mereka ada Jonathan Bauman, Matias Malvino, dan Elias Alderete tidak menerima DP.

Ruddy mengungkapakn Arema FC pernah rugi saat memakai sistem kontrak dengan DP. ketika mengontrak pelatih asal Austria, Wolfgang Pikal di Indonesia Super League (ISL) 2011-2012.Hitungannya rugi, seperti kasus Wolfgang Pikal, misal kontraknya 500 juta, Arema bayar DP 125 juta (25%), dan gajinya 31 juta per bulan. Begitu dua bulan, karena prestasinya jelek putus kontrak.

"Arema masih harus mengeluarkan dua kali nilai gaji sebagai pesangon. Totalnya, 125 juta tambah 124 juta (gaji 2 bulan dan pesangon), cuma buat dua bulan masa kerja, kan rugi,” pungkas Ruddy.(rtn)

Editor :