KLIKJATIM.Com | Surabaya--Seorang yang dikategorikan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) covid-19 meninggal di RS Kota Probolinggo, Jumat (24/7/2020) malam. Keluarga sempat menolak pasien dimakamkan dengan satandar covid, setelah debat alot dengan petugas akhirnya pasien dikawal aparat TNI/Polri saat pemakaman.
Pasien meninggal itu berinisial AH (46) asal Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Setelah dilakukan rapid tes, hasilnya reaktif. Saat dirawat di RS Mochamad Saleh, Kota Probolinggo pasien meninggal.
[irp]
Pihak rumah sakit kemudian melakukan pemulasaran jenazah secara protokol covid-19. Namun, saat mayat akan dimasukkan peti, keluarga menolak. Cekcok sempat terjadi antara petugas medis dan petugas kamar jenazah rumah sakit. Keluarga pasien beralasan jika AH sudah lama memiliki riwayat sesak nafas, bukan corona.
Puluhan petugas gabungan dari TNI/Polisi dan Satpol PP Kota Probolinggo datang ke kamar mayat. Mereka melakukan pengamanan dan penjagaan ketat di Jalan Raya Letjen Panjaitan. Tepatnya di depan kamar mayat.
Setelah dilakukan mediasi oleh perwira dari Polres Probolinggo Kota, akhirnya keluarga pasien menerima keputusan tim medis untuk memasukkan jenazah AH ke peti mati.
"Tadi sempat menolak jenazah dimasukkan peti mati, setelah berunding dan dimediasi tim medis dan pihak kepolisian, akhirnya keluarga pasien menuruti kemauan tim medis, jasad dimasukkan ke peti mati. Pasien sempat dirawat di Puskesmas Lekok. Karena peralatan medis tidak memadai langsung dirujuk ke RSUD dr Mochamad Saleh. Karena pasien sudah lama memiliki penyakit sesak nafas dan keluarga meninggal juga karena TBC," ujar Fatma, seorang kader kesehatan di Probolinggo, Sabtu (25/7/2020).
"Kita bersama anggota TNI Kodim 0820 Probolimggo dan Satpol PP Kota Probolinggo melakukan penjagaan di kamar mayat. Kita kerahkan pasukan begitu banyak sesuai protokoler jika ada pasien covid-19 meninggal dunia," kata Kapolsek Mayangan Kompol Bambang Ponco.
[irp]
"Tadi sempat ada penolakan jenazah dimasukkan ke peti mati, akhirnya kita beri arahan dan imbauan akhirnya menuruti kemauan tim medis, kita akan kawal sampai perbatasan Probolinggo-Pasuruan, nanti di sana dioper alih dari Polres Pasuruan," imbuhnya.
Demi keamanan, ambulans pasien akan dikawal hingga ke rumah duka. Yakni sampai prosesi pemakaman selesai sesuai protokol kesehatan. (hen)
Editor : Redaksi
LPJ PBNU 2021–2026 Diterima Aklamasi, Gus Yahya Akui Ada Kekurangan Selama Lima Tahun Kepengurusan
KLIKJATIM.Com | Jombang – Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2021–2026 yang disampaikan Ketua Umum PBNU KH Yah…
Pemkab Gresik Kirim Bantuan Rp250 Juta untuk Korban Gempa NTT
KLIKJATIM.Com | Gresik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama sejumlah organisasi dan elemen masyarakat mengirimkan bantuan kemanusiaan senilai Rp250 j…
Pompa Listrik PLN Bantu Atasi Krisis Air Petani Desa Mekarsari
KLIKJATIM.Com | Bandung – Persoalan keterbatasan air saat musim kemarau menjadi tantangan bagi petani di Desa Mekarsari. Kondisi tersebut kini mulai teratasi s…
Rayakan HUT ke-81 RI, BKMS Gelar Tenant Independence Games hingga Fun Walk
Dalam rangka menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia, PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) bersama para tenant di kawasan Java Integrated Industrial and Por…
BPJS Kesehatan Jelaskan Layanan yang Tidak Masuk Jaminan JKN
KLIKJATIM.Com | Gresik – Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) perlu memahami bahwa tidak seluruh jenis pelayanan kesehatan masuk dalam cakupan pembiayaan B…
PT Smelting Bidik 30.000 Mangrove untuk Perkuat Ekosistem Pesisir Gresik
PT Smelting mengawali Program Konservasi Mangrove “Pesisir Lestari” dengan menanam 10.000 mangrove di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa T…