KLIKJATIM.Com | Gresik – Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) untuk Pemilukada Gresik tahun 2020 telah menjalani rapid tes. Pelaksanaannya dimulai Jum’at (10/7/2020) hingga Minggu (12/7/2020). Pada masa pandemic Covid-19 ini, KPU Pusat telah menggelontorkan anggaran tambahan sebesar Rp 6 Miliar.
[irp]
Ketua KPU Gresik Ahmad Roni menjelaskan rapid tes untuk memastikan kondisi petugas pencocokan dan penelitian (coklit) dalam kondisi sehat. Sehingga membuat tenang warga yang didata.
Seluruh anggota PPK wajib mengawal pelaksanaan rapid tes. Kemudian bagi petugas PPDP datang dengan membawa alat pelindung diri (APD), seperti masker dan hand sanitizer. "Tambahan anggaran tersebut diperruntukkan alat pelindung diri (APD) masker bagi petugas, tempat cuci tangan di TPS, dan Handsanitizer," ungkap Ketua KPU Gresik Ahmad Roni. Selasa (14/7/2020).
[irp]
Adapun sesuai jadwal, pelaksanaan rapid tes berlangsung tiga hari di masing-masing kecamatan. Hari Jum’at (10/7/2020) rapid tes dilangsungkan di Kecamatan Kedamean, Menganti, Driyorejo dan Wringinanom.
Kemudian hari Sabtu (11/7/2020), rapid tes dilangsungkan di Kecamatan Sidayu, Panceng, Dukun, Bungah, Ujungpangkah dan Manyar. Lalu hari Minggu (12/7/2020), rapid tes dilangsungkan di Kecamatan Balongpanggang, Duduksampeyan, Gresik, Benjeng, Cerme dan Kebomas.
Ditempat terposah Komisioner KPU Gresik Divisi Sosialisasi dan SDM Makmun mengatakan coklit data pemilih akan berlangsung pada 15 Juli 2020 hingga 13 Agustus 2020 kedepan. Petugas akan mendata dengan mendatangi setiap rumah pemilih. Tentu dengan protokol ketat kesehatan yang sudah ditentukan.
[irp]
“Semisal dalam tes ini, ada petugas coklit yang ternyata reaktif maka akan kita ganti dengan petugas baru. Ini adalah komitmen kita dalam menjalankan dan mencegah penyebaran virus Corona sesuai yang diaturkan,” kata Makmun.
Dalam pelaksanaan coklit data pemilih, setidaknya KPU memerlukan sebanyak 2264 petugas yang diterjukan ke lapangan. Tentu di masa pandemi, ada aspek-aspek yang harus ditaati petugas coklit. KPU mengatur pola kerja PPDP sudah sesuai protokol kesehatan.
[irp]
Antara lain, petugas coklit mendatangi pemilih dari rumah ke rumah dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus Corona atau Covid-19. Mengupayakan bertemu pemilih tidak masuk ke dalam rumah dan tidak terlalu lama. (rtn)
Editor : Wahyudi