KLIKJATIM.Com | Madiun - Perjuangan Pemerintah Kota Madiun mempertahankan zona hijau Covid-19 pada Juni lalu cukup berat. Sebab, hingga Sabtu (11/7/2020), jumlah warga Kota Madiun, yang positif terinfeksi Covid-19 menjadi 21 orang.
[irp]
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kota Madiun Noor Aflah menjelaskan, pasien ke-21 tercatat pada Sabtu sore, seorang petugas kontrol karcis bus AKAP. Karena pekerjaanya, pasien berinisial S ini bertemu dengan banyak orang
"Pasien laki-laki usia 58 tahun, warga Kelurahan Taman, Kecamatan Taman, Kota Madiun. S sudah tidak masuk kerja sejak 5 Juli lalu karena sakit. Ia lantas berobat pada 9 Juli dan langsung ditetapkan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) di RSUD Soedono Madiun. Tes swab juga dilakukan dan hasilnya terkonfirmasi positif," kata Noor Aflah dalam keterangannya Madiun, Sabtu malam..Aflah memperkirakan S tertular saat bekerja, mengingat pekerjaannya berhubungan langsung dengan transportasi publik dan banyak orang. "Tertular dari mana sulit diprediksi. Yang jelas, pekerjaan pasien itu berhubungan dengan orang dari berbagai daerah," katanya.
[irp]
Hasil tracing petugas, pasien ditemukan melakukan kontak erat dengan empat orang, yakni istri, satu anak, dan dua karyawan lainnya. Saat ini mereka sedang menjalani karantina mandiri sambil menunggu jadwal tes swab.
"Hal ini dilakukan agar empat kontak erat tidak melakukan kontak dengan orang lain sebelum kondisi kesehatannya dipastikan negatif Covid-19," katanya.
Dengan tambahan satu kasus baru tersebut, jumlah pasien positif Covid-19 di Kota Madiun saat ini mencapai 21 orang. Dari 21 orang tersebut, tujuh orang di antaranya telah sembuh dan 14 orang lainnya masih dirawat.
Aflah berharap warga Kota Madiun selalu waspada dan berhati-hati saat beraktivitas. Disiplin protokol kesehatan harus terus ditingkatkan. Sebab, penambahan kasus masih mungkin terjadi saat pandemi. (hen)
Editor : Redaksi