KLIKJATIM.Com I Surabaya - Sejumlah prajurit dari pasukan pendarat TNI AL keracunan dan tewas dalam operasi pendaratan di wilayah musuh. Pangkogab Laksda TNI Dedy Yulianto menugaskan Dansatgusdukkes Kolonel Laut (K) dr. Ketut Tirka N Sp.J untuk melaksanakan evakuasi medis udara (EMU) dengan Helly Bell HU 4207 dari Banongan ke KRI dr.Suharso-990.
[irp]
Selain keracunan makanan akibat sabotase musuh, ada korban patah tulang korban akibat pertempuran. Korban lainnya, keracunan CO2 dari penyelaman di KRI Teluk Banten -516. Belum selesai penanganan korban keracunan CO2 disusul dengan penanganan korban luka bakar dari Unsur KRI Makasar-590.
[irp]
Untuk korban tersebut dievakuasi dengan evakuasi medis laut (EML) menggunakan sekoci KRI Makasar.Kegiatan evakuasi ditutup dengan korban keracunan gas Sulfur Mostard dan korban yang meninggal dunia. Begitulah jalannya simulasi penanganan korban dalam sebuah pertempuran. Evakuasi medis ini diperagakan Satuan Kesehatan (Satkes) Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan Angkatan Laut (Kodiklatal) yang tergabung dalam Satuan Tugas Dukungan Kesehatan (Satgasdukkes) Latihan Armada Jaya ke-37 Tahun 2019 , Minggu (14/7/2019).
Pelaksanaan Operasi Gabungan Amphibi tersebut dilaksanakan setelah Panglima Komando Tugas Gabungan Amphibi (Pangkogasgabfib) Laksda TNI Mintoro Yulianto, S.Sos., Msi memberikan maklumat operasi pendaratan Amphibi dari KRI Makasar -590 kepada seluruh prajurit Marinir sebagai pasukan pendarat. Selain dari KRI Makasar - 590, pasukan pendarat berasal dari KRI teluk Banten-516.(lam/rtn)
Editor : Redaksi