KLIKJATIM.Com | Surabaya--Kebijakan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang mengeluarkan surat edaran (SE) perihal diwajibkannya peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) menunjukkan hasil nonton reaktif rapid tes membuat Universitas Airlangga (Unair) kecewa. Pasalnya, surat tersebut dikeluarkannya mendadak.
Humas Unair Suko Widodo mengatakan, Unair menyesalkan kebijakan SE yang dikeluarkan Risma. Kebijakan tersebut dianggap tidak adil. Sebab, kebijakan wajib rapid tes hanya diberlakukan kepada para pelajar sementara bagi pengunjung mall dan pasar bebas keluar masuk.
[irp]
"Jujur kami sedih dengan surat wali kota itu. Ya mau gimana lagi. Pak Rektor agak kecewa, mall saja boleh pasar saja boleh," katanya kepada wartawan di Surabaya, Jumat (3/7/2020).
Suko mengatakan, selain dinilai tidak adil, kebijakan tersebut juga sangat mendadak. Sehingga banyak orang tua peserta yang kelabakan memenuhi persyaratan tersebut.
Ditambahkan Suko, sebenarnya Unair ingin membantu Pemkot Surabaya dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19. Dengan cara menunjukkan bahwa seperti ini prosedur new normal di Unair dengan protokol kesehatannya yang ketat.
[irp]
"Sebenarnya perilaku kesehatan itu jauh lebih penting dari tes. Kami harap ada jalan tengah, Pemkot juga ngotot. Kami juga menerapkan dengan baik," ujarnya.
Surat edaran (SE) Wali Kota Surabaya terkait syarat Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang dikeluarkan Kamis (3/7/2020). Salah satu poin yang disebutkan dalam SE mewajibkan seluruh peserta UTBK menunjukan hasil non reaktif rapid tes atau swab test hasil negatif yang dikeluarkan selambat-lambatnya 14 hari sebelum mengikuti ujian kepada panitia. (hen)
Editor : Redaksi
Mekanik Tewas Tertimpa Konveyor Saat Kerja di Proyek Pemecah Batu Mojokerto
Kecelakaan kerja terjadi di proyek pembangunan fasilitas pemecah batu di Dusun Manduro, Desa Manduro Manggung Gajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto…
Pameran Turots di Muktamar ke-35 NU, Khofifah: Warisan Ulama Nusantara Harus Jadi Referensi Dunia
KLIKJATIM.Com | Jombang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Rais Aam Syuriah PBNU KH Afifuddin Muhajir dan Menteri Pemberdayaan P…
3.000 Mushaf Al-Qur’an hingga Atraksi Drone, Ini yang Bikin Muktamar ke-35 NU Istimewa
KLIKJATIM.Com | Jombang — Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, membawa sejumlah konsep yang disebut b…
Kemenaker Usulkan Penguatan Pedoman Kesempatan Kerja Inklusif Disabilitas di Kawasan ASEAN
KLIKJATIM.Com | Bangkok – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Republik Indonesia mengusulkan penguatan pedoman kesempatan kerja inklusif di kawasan ASEAN…
KH Yahya Dorong NU Perkuat Sinergi dengan Pemerintah
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antara Nahdlatul Ulama dan pemerintah.…
Delapan Paskibraka Asal Bawean Belum Bisa Pulang, DPRD Gresik Pastikan Kebutuhan Mereka Terpenuhi
KLIKJATIM.Com | Gresik — Gelombang tinggi dan angin kencang di Laut Jawa membuat delapan pelajar asal Pulau Bawean yang telah selesai menjalankan tugas sebagai …