klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Mas Iin Apresiasi Pemberdayaan BUMDesa di Kecamatan Wonoayu

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Sidoarjo - Di Sidoarjo ada 322 desa yang tersebar di 18 kecamatan. Hal ini menjadikan desa mempunyai potensi besar untuk meningkatan taraf hidup warganya.

[irp]

Hal inilah yang menjadi salah satu fokus Achmad Amir Aslichin, bakal calon bupati (bacabup) Sidoarjo tahun 2020 - 2025. Pria yang akrab disapa Mas Iin ini telah memetakan potensi-potensi yang sudah ada maupun yang bisa dikembangkan di desa-desa.

Menurut Mas Iim, BUMDes harus dimaksimalkan untuk kepentingan masyarakat desa. Potensi yang ada bisa menjadi lumbung penghasilan bagi masyarakatnya sendiri.

“Karena itu harus dimaksimalkan dengan baik,” ucap Mas Iin yang saat ini juga menjabat sebagai anggota Komisi B DPRD Jatim ini.

Mas Iin menambahkan, pemerintah harus hadir dan memiliki peran besar untuk menyukseskan BUMDes. Mulai di tahap awal perencanaan, perizinan hingga promosi. Dengan keterbatasan yang dimilikinya, desa sangat terbuka untuk menerima uluran tangan dari pemerintah. Apalagi, pemerintah memiliki sumber daya yang berlimpah untuk bisa membantu BUMDes.

[irp]

Saat turun ke sejumlah desa, Mas Iin melihat sejumlah potensi yang bisa diangkat dan menjadi perhatian pemerintah. BUMDes harus menjadi ikon ekonomi pedesaan. Karena itu penyediaan SDM dan perencanaan yang matang juga harus dilakukan.

Founder Sidoarjo Bisa ini mencontohkan, BUMDes Makmur Sejahtera Desa Pekarungan Kecamatan Sukodono memiliki inovasi tersendiri untuk mengembangkan usahanya. Salah satunya adalah jual beli sayur dengan cara memetik sendiri. Konsep outbound pertanian, sebagai wahana edukasi untuk siswa di sekolah juga bisa dikemas dengan baik.

“Harus inovatif dan kreatif agar bisa semakin maju,” ucapnya.

Selain itu, BUMBDes di Desa Popoh Kecamatan Wonoayu juga bisa jadi unggulan. BUMDes yang diberi nama Suka Maju tersebut membuat sirup dan kapsul dari tanaman herbal.

Nur Holis, Direktur BUMDes Desa Popoh menjelaskan saat ini ada tiga jenis sirup dan satu kapsul. Produk yang dihasilkan dari usaha desa ini terdiri dari kunyit asam, jahe merah, empon-empon dan kapsul extrak daun kelor, yang diproduksi secara alami tanpa pemanis dan bahan pengawet.

“Apalagi pada masa pandemi saat sekarang ini, sirup dari bahan herbal sangat bagus untuk meningkatkan imun tubuh, karena ini murni tanpa pemanis dan bahan pengawet,” kata Nur Holis.

Di Desa Simoketawang, Kecamatan Wonoayu juga ada kebun kelengkeng yang dikelolah oleh BUMDes setempat. Buah kelengkeng yang saat ini banyak digemari masyarakat bisa jadi potensi unggul untuk budidaya buah yang rasanya manis itu.

Menurut Mas Iin, berbagai konsep bisa dijalankan lewat BUMDes. Mulai agrowisata maupun penjualan produk unggulan. Kepala desa harus bisa memanfaatkan BUMDes demi kemakmuran warganya.

“Jika BUMDes bisa berkembang menyeluruh di desa-desa di Sidoarjo maka perekonomian akan meningkat dan desa akan sejahtera,” harap mas Iin. (nul)

Editor :