klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Kegiatan Sekolah Autis GKB Ditolak Warga

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Sekolah Amanah Autisme Terapi di Jalan Karimun Perumahan Gresik Kota Baru. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)
Sekolah Amanah Autisme Terapi di Jalan Karimun Perumahan Gresik Kota Baru. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Keberadaan Sekolah Autisme Terapi ‘Amanah’ yang berlokasi di Jalan Karimun Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, mendapat penolakan warga sekitar. Pasalnya, aktivitas di sekolah anak berkebutuhan khusus tersebut dirasa mengganggu warga sekitar.

Bahkan kabar ini juga sempat ramai di media sosial. Dalam suratnya Ketua RT 05 RW 03 Desa Yosowilangun seperti yang diunggah akun facebook (FB) Tatik Drw Skincare menyebutkan, keluhan warga sejatinya sudah disampaikan dalam surat tertanggal 7 September 2019. Dan surat yang ditujukan kepada pemilik rumah yang dijadikan tempat kegiatan belajar mengajar atas nama Damyasik tersebut, meminta agar Sekolah Autisme Terapi ‘Amanah’ dipindah ke tempat lain sampai batas akhir tanggal 8 April 2020.

[irp]

Namun, tuntutan warga belum juga diindahkan. Justru pihak sekolah membalasnya dengan surat yang diterima warga RT 05 RW 03 pada tanggal 5 Juni 2020, perihal untuk izin tinggal atau mendampingi murid belajar selama satu bulan di lokasi Rumah Jalan Karimun No. 7.

“Dan setelah kami konfirmasikan ke warga sekitar atau minta persetujuan untuk kegiatan tersebut, ternyata warga menolak permintaan izin tinggal yang ibu sampaikan, dan tetap menolak rumah tersebut untuk dijadikan tempat mengajar sesuai surat yang pernah kami buat tanggal 8 April 2020 dan sudah kami sampaikan ke Bp. Damyasik selaku pemilik rumah tersebut,” demikian isi surat bernomor 042/VI/RT.05-RW.03/2020 yang ditandatangani oleh Ketua RT 05 RW 03, Djoko S.

Terpisah, Ketua RW 03 Desa Yosowilangun, Fatur Rohman saat dikonfirmasi membenarkan terkait adanya penolakan warga tersebut. "Ya, kurang lebihnya antara lima tahun karena waktu berdirinya saya RW-nya dan gak izin ke saya," ujar Rohman melalui sambungan selulernya, Rabu (10/6/2020).

[irp]

Arif, warga sekitar juga mengakui bahwa keberadaan sekolah tersebut memang menjadi polemik di kalangan warga sekitar. "Sudah lama ramai tentang sekolah ini mas, cuma sekarang ramai lagi," ungkapnya.

Hal senada dikatakan Kepala Desa Yosowilangun, Iriana Yudhaningsih menegaskan, hingga saat ini keberadaan sekolah tersebut belum pernah izin ke pihak desa. "Saat saya keliling, kok ramai ya sekolah ini. Biasanya meminta keterangan ke kepala desa tapi ini tidak ada dan secara fisik memang ada sekolah itu," tuturnya, saat ditemui di balai desa setempat.

Menurutnya, ada sekitar 14 anak berkebutuhan khusus yang mendapatkan pembelajaran di sekolah tersebut. Namun tidak ada laporan sama sekali dari pengurus sekolah tersebut.

"Harusnya ada laporan ke desa, tapi ini tidak pernah ke sini mulai pengurus dan sekarang ada laporan lagi dari warga yang ditandatangani RT-RW. Warga hanya terganggu dan RT-RW memang sudah bersinergi," tambahnya.

[irp]

Rencananya, pihak sekolah akan dipanggil besok. "Besok kita panggil terkait izin dan klarifikasi untuk mencari jalan yang terbaik," pungkasnya.

Sementara itu, pihak Sekolah Autisme Terapi ‘Amanah’ belum dapat dikonfirmasi. Klikjatim.com sejatinya sudah berusaha untuk mendapatkan konfirmasi dengan mendatangi langsung ke lokasi rumah lantai dua di Jalan Karimun GKB. Sayangnya, di lokasi tidak ada pengurus maupun perwakilan pihak sekolah yang dapat ditemui.

Hanya ada perempuan yang merupakan penghuni kos di rumah setempat. "Saya tidak tau dan tidak berkenan menjawab mas. Saya hanya ngekos di sini dan memang benar di sini ada sekolah untuk kebutuhan khusus, dan penghuni kos," tutur penghuni di lantai dua itu. (nul)

Editor :