KLIKJATIM.Com | Bojonegoro—Armada bus Bojonegoro-Surabaya akan menaikkan tarifnya jika hanya diperbolehkan membawa 50 persen penumpang dari kapasitas bus. Sebab, jika tidak dinaikkan, perusahaan organda (PO) bus dan sopir merugi.
Ketua Paguyupan Pengemudi Sopir Bus, Parno mengatakan, jika bus menerapkan 50 persen penumpang, artinya setiap bus jurusan Bojonegoro-Surabaya baik yang turun di Terminal Osowilangon maupun Terminal Purabaya, Bungurasih hanya akan mengnagkut 30 penumpang.
[irp]
“Kalau ada pengurangan penumpang, tarifnya juga jangan sama,” katanya, di Bojonegoro, Selasa (9/6/2020).
Dijelaskan Parno, sebelumnya tarif penumpang yang naik dari Terminal Rajekwesi Bojonegoro tujuan Terminal Osowilangon Surabaya Rp 20 ribu. Sementara untuk tujuan Terminal Purabaya Bungurasih Rp 25 ribu.
"Saya harap pemerintah mempertimbangkan ini," katan dia.
Mestinya, Selasa (9/6/2020) bus jurusan Surabaya-Bojnegoro sudah diperbolehkan beroperasi. Namun, para sopir masih enggan menekan gas armadanya. Sebab, selain harus menerapkan standar kesehatan covid-19, bus juga hanya diperbolehkan mengangkut 50 persen penumpang dari total kapasitas tempat duduk.
[irp]
Kepala Terminal Tipe A Rajekwesi Bojonegoro, Sentot Sugeng Waluyo mengatakan, sebenarnya para sopi bus sudah siap beroperasi lagi, begitu juga perusahaan organda (PO) mereka telah siap beroperasi lagi mengangkut penumpang dari Bojonegoro-Surabaya atau Surabaya-Bojonegoro.
Dikatakan Sentot, selain hanya diperbolehkan membawa 30 penumpang, bus juga harus menyediakan hand sanitizer bagi penumpang. Sopir dan kenek bus juga wajib mengenakan sarung tangan.
“Sopir, kenek dan penumpang semuanya wajib menggunakan masker, tempat duduknya harus berjarak. Intinya harus menerapkan protokol covid-19,” katanya. (mkr)
Editor : M Nur Afifullah