klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Hari Pertama PPDB SMA Jatim, Puluhan Ribu Peserta Ajukan PIN

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawangsa saat memantau kegiatan di salahsatu SMA di Surabaya.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawangsa saat memantau kegiatan di salahsatu SMA di Surabaya.

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Puluhan ribu calon Peserta Didik Baru (PPDB) SMA dan SMK di Jawa Timur mengajukan PIN untuk memulai pendaftaran penerimaan. Untuk melayani calon PPDB sudah bisa mengunggah berkas dan mengambil PIN pendaftaran di laman https://ppdbjatim.net, Dinas Pendidikan Jatim menyiapkan server berkapasitas tinggi.

[irp]

Kepala Unit Pelaksana Teknis Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (UPT-TIKP) Dinas Pendidikan Jatim Alfian Majdie mejelaskan, pihaknya memang menggunakan kapasitas server yang lebih besar. Hal ini agar para pendaftar bisa lancar dalam melakukan pendaftaran.

"Masalahnya bisanya jaringan provider, karena kami memakai kapasitas server 64 core. Bahkan mulai pukul 07.00 sampai 21.00 kami memakai 128 core. Ini sudah mencukupi," tandas Alfian

Dikatakan, hari pertama pembukaan PPDB SMA dan SMK, memang dibanjiri peserta. Masyarakat khususnya calon siswa antusias untuk mendaftar di hari pertama cukup banyak. Akibatnya, ada sejumlah pihak yang kesulitan mengakses laman.

"Hingga kini, peserta pengajuan PIN telah mencapai 41.263 orang. Sedangkan ada 7.366 peserta yang sudah mendapatkan PIN," ujar Alfian.

Ditambahkan, tingginya traffic akses ke laman PPDB Jatim membuat sejumlah peserta kesulitan mengakses. Namun demikian, orang tua dan siswa tidak perlu panik. Agar bisa masuk ke laman untuk mendapatkan PIN adalah pastikan provider yang dipakai memiliki jaringan yang lancar.

[irp]

"Mereka (orang tua) merasa panik saat proses membuka laman lama. Jadi mohon memastikan jaringan lancar selama menjangkau website PPDB," pesan Alfian.

Disebutkan, pengambilan PIN hanya bisa dilakukan secara online. Alfian ingin masyarakat tidak mendatangi sekolah untuk mendaftar karena tak akan dilayani. Sementara jika ada yang merasa kesulitan, dia ingin para wali dan siswa bisa menelepon call center yang tersedia untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

"Kami tidak membuka layanan pengambilan PIN di sekolah karena mengutamakan protokol kesehatan bagi anak-anak. Agar mereka minim melakukan kontak di luar rumah," pungkas dia. (hen)

Editor :