KLIKJATIM.Com | Surabaya—Wakil Gubernur Jatim, Emil Elistianto Dardak menyampaikan dalam menuju New Normal, diharapkan masyarakat lebih kreatif dan produktif dalam memaksimalkan potensi. Kebijakan untuk memulihkan perekonomian. Hal itu disampaikan Wagub Jatim dalam seminar online bersama Paguyuban Keluarga Ponorogo (Pawargo), Minggu (7/6/2020).
Dikatakannya, ditengah era Artifisial Intelijen atau kecerdasan buatan tidak hanya membutuhkan orang pintar tetapi juga orang yang mempunyai kreativitas. “Kreativitas dalam mengkombinasikan antara kondisi otak dan kondisi suasana hati,” katanya.
[irp]
Lebih lanjut dikatakannya, dalam pelaksanaan menuju New Normal diperlukan dukungan masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Kesadaran masyarakat untuk mengamankan situasi, dengan tidak menciptakan kerumunan massa.
Dicontohkannya ada macam-macam bentuk transisi menuju normal, saat kegiatan sekolah dibuka diharapkan kapasitas murid agar dikurangi. Atau dengan menggunakan konsep mengurangi jam pelajaran agar murid tidak terlalu lama berada di luar rumah. Waktu jam istirahat, dihimbau untuk diperbolehkan makan di dalam kelas, tidak lagi di kantin yang bisa menciptakan kerumunan murid-murid.
Sementara untuk di tempat kerja, menciptakan konsep produktivitas sudah bukan lagi pakai Fingerprint, masuk jam 8 pagi pulang jam 5 sore atau kalau orang itu harusnya pulang jam 5 tapi pulang jam 10 dia lebih rajin belum tentu produktivitas.
“Bukan menjauhkan kita dari produktivitas, karena saat ini teknologinya sudah memungkinkan. Dulu yang namanya kerja harus di tempat, tapi sekarang bisa pakai Virtual Private Network untuk koneksi yang bisa diakses oleh orang yang punya akses terenkripsi itu sekarang sudah bisa dilakukan,” tambahnya.
[irp]
Menurutnya, pemberlakukan New Normal tidak bisa langsung diterapkan begitu saja, tapi perlu diujicoba pelan-pelan. Pasukan aparat TNI perlu diturunkan untuk membantu pengawalan new normal dan memastikan bahwa masyarakat sudah mematuhi sesuai prosedurnya.
“Bagaimana kita meyakini masyarakat sudah bisa melestarikan budaya baru dan kesadaran masyarakat, yang memungkinkan melaksanakan prosedur kesehatan tanpa ada pengawalan dari aparat,” kata Emil. (hen)
Editor : Redaksi