KLIKJATIM.Com | Tulungagung—MH (51) warga Desa Punggunguni, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung baru saja keluar dari penjara setelah mendapatkan program asimilasi di tengah pandemi covid-19. Namun, kini dia kembali masuk bui setelah dilaporkan telah mencabuli anak calon istrinya yang masih 12 tahun.
Aksi bejat pelaku terbongkar dari kecurigaan ibu kandung korban, yang melihat perubahan mental dan perilaku anaknya selama beberapa pekan terakhir. Setelah diajak bicara, korban akhirnya mengungkapkan perbuatan calon ayah tirinya tersebut.
[irp]
"Korban mengaku dicabuli dua kali dan disetubuhi sebanyak empat kali, selama periode April hingga Mei," kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tulungagung, Iptu Retno Puji, Minggu (31/5/2020).
Tidak terima atas perbuatan pelaku, ibu korban langsung melaporkan peristiwa itu ke polisi. Tak berselang lama, polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku saat berada di tempat kosnya.
Menurut Retno, perbuatan asusila itu diduga dilakukan pelaku MH di salah satu tempat kos Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru. Pelaku membujuk rayu korban dengan diiming-imingi jajan dan dijanjikan akan diajari mengendarai sepeda motor.
Sebelumnya, pelaku MH merupakan napi yang baru keluar dari Lapas Tulungagung melalui program asimilasi awal April lalu. MH dipenjara dalam kasus serupa, yakni menyetubuhi anak di bawah umur.
Pasca keluar lapas, pelaku MH dikenalkan oleh rekannya kepada ibu korban. Lantaran sama-sama berstatus duda dan janda, keduanya sepakat untuk melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan.
"Tapi karena ada pandemic covid-19, pernikahan ditunda. Namun mereka tinggal bersama di salah satu rumah di Kecamatan Ngunut," ujarnya.
[irp]
Dari situlah pelaku akhirnya mengenal korban, hingga akhirnya ia melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur tersebut hingga berulang kali.
Akibat perbuatannya, kini pelaku mendekam di tahanan Polres Tulungagung dan dijerat dengan UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (hen)
Editor : Redaksi