klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Maret - April Okupansi Hotel Berbintang di Jatim Tinggal 36 Persen

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Aktifitas check in di salahsatu hotel berbintang.
Aktifitas check in di salahsatu hotel berbintang.

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Selama Maret dan April, Okupansi atau tingkat keterisian kamar hotel berbintang di Jawa Timur turun drastis. Biro Pusat Statistik Jawa Timur mencatat okupansi Maret 2020 hanya 36,81 persen atau turun 15,84 poin dibandingkan Februari 2020 sebesar 52,65 persen.

[irp]

Kepala BPS Provinsi Jawa Timur Dadang Hardiwan menyebutkan, dengan okupansi itu, artinya pada Maret 2020 dari setiap 100 kamar yang disediakan oleh seluruh hotel berbintang yang ada di Provinsi Jawa Timur yang terisi hanya sekitar 36 kamar. Setiap malamnya sebanyak 36 persen hingga 37 persen dari total kamar diantaranya telah terjual.

“Angka okupansi tersebut lebih rendah 16,66 poin dibandingkan angka TPK hotel berbintang pada bulan Maret 2019,” ujar Kepala BPS Provinsi Jawa Timur Dadang Hardiwan.

Sementara Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang di Jawa Timur Tahun 2018 – 2020 Rata-rata Lama Menginap Tamu (RLMT) untuk hotel bintang pada Maret 2020 adalah 1,60 hari. Ini berarti pada umumnya lama tamu menginap, baik tamu asing maupun tamu Indonesia,di hotel berbintang berkisar antara satu sampai dua hari.

Perkembangan Pariwisata Jawa Timur Maret 2020 Angka RLMT tamu asing yang berkunjung ke Provinsi Jawa Timur dan menginap di hotel berbintang tercatat 3,24 hari. Hal ini dapat diartikan rata-rata tamu asing yang menginap di hotel berbintang yang ada di Provinsi Jawa Timur pada bulan Maret 2020 tercatat selama 3 hingga 4 hari.

[irp]

Sedangkan untuk tamu Indonesia mempunyai angka RLMT selama 1,57 hari, atau rata-rata lamanya tamu Indonesia yang menginap di hotel berbintang yang ada di Provinsi Jawa Timur selama 1 hingga 2 hari. Melihat perkembangan kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) ke Jawa Timur dalam kurun waktu tiga tahun terakhir berfluktuasi.

"Pada periode Januari-Maret 2020 jumlah kunjungan wisman menurun tajam jika dibandingkan tahun 2019 maupun 2018. Maret 2019 dan 2018, jumlah kunjungan wisman meningkat dari bulan sebelumnya," terang dia.

Namun, kata Dadang, justru di Maret 2020 kondisinya berbanding terbalik. Yang seharsunya mengalami penurunan tajam. Pembatasan penerbangan internasional terkait pandemi Covid-19, nampaknya cukup berpengaruh terhadap kunjungan wisman khususnya di bulan Maret 2020. Kondisi ini nampaknya juga masih akan berlangsung di bulan berikutnya. (hen)

Editor :