klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Gali Lahan Rumah di Mojowarno Jombang, Warga Temukan Artefak Jobong Kuno Era Candi Pandegong

avatar Diana
  • URL berhasil dicopy
Rumah warga di Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang mendadak gempar usai ditemukannya artefak jobong atau cobong (struktur sumur kuno).
Rumah warga di Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang mendadak gempar usai ditemukannya artefak jobong atau cobong (struktur sumur kuno).

KLIKJATIM.Com  | Jombang - Aktivitas penyiapan lahan untuk pembangunan rumah warga di Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang mendadak menjadi sorotan.

Di lokasi tersebut, ditemukan struktur artefak kuno berupa jobong atau cobong. Penemuan benda yang diduga cagar budaya ini langsung mendapat penanganan dari pihak berwenang.

Tim dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur turun tangan untuk melakukan evakuasi dan penyelamatan di lokasi penemuan. Artefak jobong sendiri dikenal sebagai salah satu bentuk peninggalan struktur bangunan air masa lalu yang cukup sering dijumpai di kawasan Jawa Timur.

Pamong Budaya BPK Jatim, Indra Eka Widya Jaya, mengonfirmasi adanya temuan artefak bersejarah tersebut. Ia menjelaskan bahwa jobong secara umum diidentifikasi sebagai bagian dinding dari struktur tempat penampungan air atau sumur kuno.

"Nah, penemuan ini merupakan sebuah artefak. Artefak itu disebut cobong," ujar Indra Eka Widya Jaya.


"Mungkin ada juga yang menyebut dengan perigi, tapi umumnya di Jawa Timur itu disebut cobong," lanjutnya.

Indra menerangkan bahwa fungsi utama cobong pada masa lalu berkaitan erat dengan struktur sumur pemukiman warga."Cobong itu secara pendapat umum merupakan dinding dari tempat yang kemungkinan itu adalah sumur," jelas Indra.

Namun, ia juga menambahkan adanya sudut pandang baru dari sejumlah peneliti mengenai fungsi penampungan tersebut.

"Belakangan ini ada juga para peneliti, para ahli yang berpendapat bahwa dinding jobong ini juga merupakan, mungkin kalau sekarang disebut itu mirip-mirip septic tank," terangnya.

Meski demikian, Indra menegaskan bahwa teori fungsi sanitasi tersebut masih membutuhkan pengkajian lebih lanjut. "Namun perlu dikaji lagi," tambahnya.


Dalam proses ekskavasi di lokasi penemuan, tim menemukan struktur jobong yang tersusun rapat hingga beberapa lapisan. Susunan bertingkat ini dirancang sedemikian rupa pada masa lampau untuk memperkuat struktur dinding penampungan dari tekanan tanah.

"Di temukan itu ada sekitar kira-kira empat lapis jobong. Jadi memang jobong itu tembukannya selalu bertumpuk untuk menghindari dingin atau tekanan itu," ungkap Indra.

Dari total empat lapisan yang teridentifikasi, tim penyelamat berhasil mengevakuasi sebagian besar struktur tersebut.

"Yang berhasil kami evakuasi ada tiga lapis. Lapis terakhir kami tinggalkan karena memang sangat sukar sekali untuk diangkat," jelasnya.

Sisa lapisan yang ditinggalkan di lokasi akan diratakan kembali karena lahan tersebut segera digunakan oleh pemiliknya.

"Nanti langsung diangkat, diurut, diratakan saja karena memang lokasinya mau dijadikan sebuah pembangunan rumah market," kata Indra.

Selain struktur jobong, tim BPK Jatim juga menemukan beberapa benda cagar budaya pendukung di sekitar area dalam jobong. Temuan pendukung tersebut mencakup fragmen gerabah halus serta bata kuno berukuran cukup besar.

"Di dalamnya dari jobong ini ditemukan juga beberapa pecahan tinggi kehalus (gerabah halus), juga ditemukan pecahan-pecahan bata yang lumayan besar ukurannya," urainya.

Untuk memperkirakan penanggalan asal artefak, tim telah melakukan identifikasi fisik terhadap bata kuno tersebut. Dimensi dan ketebalan bata diukur serta dibandingkan langsung dengan artefak bata dari situs terdekat, yaitu Situs Candi Pandegong.

"Kemarin pas penanganan di hari Kamis, kami mencoba untuk mengukur dan menyamakan dengan bata di sekitar yang dicari di Pandegong," ungkap Indra.

Hasil komparasi menunjukkan adanya kemiripan yang sangat signifikan antara kedua artefak bata tersebut.

"Untuk dimensinya, batanya itu nyaris sama. Sehingga kemungkinan besar berasal dari masa yang sama, karena bentuk dan ketebalannya mirip," katanya mengakhiri

Editor :