klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Banjir Lahar Semeru Rusak Infrastruktur Pengendali di Besuk Kobokan, Aktivitas Tambang Pasir Dihentikan

avatar Catur Rini
  • URL berhasil dicopy
Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan peninjauan melalui pos pantau
Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan peninjauan melalui pos pantau

KLIKJATIM.Com | Lumajang -  Terjangan banjir lahar dingin Gunung Semeru dengan amplitudo getaran banjir (Amak) mencapai 65 milimeter menerjang aliran Sungai Besuk Kobokan, Kabupaten Lumajang, Senin (2/11/2026). Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah infrastruktur pengendali lahar yang masih dalam tahap pembangunan melalui proyek multiyears mengalami kerusakan.

Dua bangunan yang terdampak cukup signifikan yakni main dam atau bendungan utama dan sub dam sebagai bangunan pengendali aliran material vulkanik. Infrastruktur tersebut merupakan bagian dari sistem mitigasi untuk mengurangi risiko bencana lahar Gunung Semeru.

Menindaklanjuti kejadian itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan peninjauan melalui pos pantau. Peninjauan dilakukan untuk mengetahui kondisi terkini sekaligus mengidentifikasi kerusakan pada bangunan pengendali lahar.

Indah Amperawati menyampaikan, proses asesmen tengah dilakukan guna memastikan tingkat kerusakan pada bangunan check dam, terutama di titik pembangunan S2 dan S4 kawasan Besuk Kobokan.

"Hari ini sedang dilakukan asesmen untuk mengetahui seberapa besar kerusakan pada bangunan check dam yang sedang dibangun di lokasi S2 dan S4 di Besuk Kobokan," ungkapnya saat memberikan keterangan di pos pantau, Senin (2/11/2026).

Meski menyebabkan kerusakan infrastruktur, banjir lahar dingin tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa. Baik masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan terdampak maupun para pekerja di area pertambangan dilaporkan selamat.

Kondisi ini tidak terlepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat dan para penambang dalam menerapkan langkah-langkah mitigasi ketika muncul tanda-tanda bahaya.

Bupati yang akrab disapa Bunda Indah tersebut mengapresiasi kepatuhan masyarakat terhadap imbauan keselamatan sehingga dampak terhadap keselamatan jiwa dapat dihindari.

"Mitigasi masyarakat alhamdulillah sudah baik, tidak ada korban, termasuk dari efek pertambangan," tegasnya.

Namun, pemerintah daerah meminta masyarakat tidak lengah. Potensi cuaca ekstrem dan kemungkinan terjadinya banjir lahar susulan masih menjadi ancaman bagi wilayah yang berada di sepanjang aliran sungai.

Sebagai langkah pencegahan, Bunda Indah telah menginstruksikan penghentian sementara seluruh aktivitas penambangan pasir di sepanjang aliran sungai terdampak. Kebijakan tersebut akan diberlakukan sampai situasi dinyatakan aman.

"Hari ini sudah saya instruksikan untuk tidak ada aktivitas pertambangan sampai benar-benar dinyatakan aman," ujarnya.

Selain meningkatkan pengawasan terhadap potensi banjir lahar, Pemkab Lumajang juga memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah kawasan rawan longsor. Terlebih, terdapat titik longsor yang sebelumnya telah menyebabkan dua orang meninggal dunia.

Untuk mengantisipasi risiko bencana lanjutan, koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus diperkuat. Pemantauan kondisi lapangan dilakukan secara berkelanjutan guna memastikan perkembangan situasi dan menentukan langkah penanganan yang diperlukan.

Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, terutama di tengah meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi dan aktivitas vulkanik Gunung Semeru.

Editor :