KLIKJATIM.Com | Malang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 234 kejadian gempa bumi di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya selama periode 23-29 Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 204 kejadian merupakan gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang, Ricko Kardoso, mengatakan aktivitas kegempaan selama sepekan didominasi gempa bermagnitudo di bawah 3, dengan total 183 kejadian.
Berdasarkan hasil pemantauan, magnitudo gempa terkecil tercatat 1,17, sedangkan yang terbesar mencapai 5,02. Selain gempa dangkal, BMKG mendeteksi 30 gempa berkedalaman menengah. Sementara itu, tidak ditemukan gempa dalam selama periode pengamatan.
Aktivitas kegempaan tertinggi terjadi pada 28 Oktober 2026 dengan 74 kejadian. Sebaliknya, jumlah terendah tercatat pada 24 Oktober 2026, yakni 13 kejadian.
"Secara harian, aktivitas gempa paling tinggi terjadi pada 28 Oktober 2026 dengan 74 kejadian. Sementara itu, jumlah paling sedikit tercatat pada 24 Oktober 2026, yakni 13 kejadian," ujar Ricko, Jumat (30/10/2026).
Menurut dia, tingginya aktivitas kegempaan di Jawa Timur dan wilayah sekitarnya dipengaruhi kondisi tektonik kawasan tersebut. Pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Eurasia menjadi salah satu faktor utama pemicu gempa bumi. Selain itu, aktivitas sesar atau patahan lokal turut memicu gempa, baik di daratan maupun laut dangkal.
Selama periode pengamatan, BMKG mencatat satu kejadian gempa yang getarannya dirasakan masyarakat. Gempa bermagnitudo 5,02 tersebut terjadi pada 27 Oktober 2026 pukul 21.43 WIB.
Guncangan dilaporkan dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan intensitas II MMI atau getaran yang dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Di Jawa Timur, wilayah yang melaporkan getaran meliputi Trenggalek, Nganjuk, Pacitan, Kediri, Ponorogo, Lumajang, dan Blitar. Sementara itu, di luar Jawa Timur, getaran dirasakan di Sleman, Kulon Progo, Wonogiri, Sukoharjo, Klaten, hingga Banjarnegara.
"Wilayah yang dilaporkan merasakan getaran antara lain Trenggalek, Nganjuk, Pacitan, Kediri, Ponorogo, Lumajang, dan Blitar. Guncangan juga dirasakan di Sleman, Kulon Progo, Wonogiri, Sukoharjo, Klaten, dan Banjarnegara," jelasnya.
Menyikapi aktivitas kegempaan tersebut, Ricko mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik dalam menghadapi potensi gempa bumi. Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya.
Untuk memperoleh informasi akurat mengenai aktivitas gempa bumi dan potensi tsunami, masyarakat diimbau mengikuti kanal komunikasi resmi BMKG.
Editor : Abdul Aziz Qomar