KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Warga Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, mengancam akan menggelar demonstrasi dan memblokir akses menuju lokasi Pad B Pertamina EP Zona 11. Ancaman tersebut muncul lantaran sejumlah tuntutan warga yang telah disepakati bersama pada 15 Juli 2026 belum juga terealisasi.
Salah satu perwakilan warga, Pamudji, mengatakan terdapat beberapa poin kesepakatan yang hingga kini belum dipenuhi pihak terkait. Di antaranya pencairan dana pembangunan sarana dan prasarana sebesar Rp 200 juta per sumur yang baru direalisasikan satu kali, serta dana tali asih tahap kedua untuk 1.100 kepala keluarga (KK) yang belum dicairkan.
Selain persoalan dana, warga juga mempertanyakan transparansi rekrutmen tenaga sekuriti untuk pemuda Desa Ngampel. Pasalnya, hasil seleksi yang disebut telah beredar di masyarakat belum diumumkan secara resmi, sementara peserta dari desa lain dikabarkan telah melanjutkan tahapan pemeriksaan kesehatan.
“Kalau pengumuman hasil seleksi satpam, kita sudah kantongi. Sebenarnya ada lima orang yang daftar, tetapi di data yang kami terima hanya ada empat orang. Tidak ada satu pun yang diloloskan, meski peringkat III. Sementara yang dari desa sebelah peringkat satu dan dua sudah ada pemenangnya dan akan mengikuti MCU sebelum bekerja,” kata Pamudji, Minggu (25/10/2026).
Warga mendesak agar proses rekrutmen tenaga kerja oleh vendor Pertamina EP Zona 11 dilakukan secara transparan dan objektif. Mereka juga mencurigai adanya dugaan permainan dalam proses seleksi tersebut, meski dugaan itu belum terkonfirmasi.
“Kita curiga sebenarnya ada indikasi permainan dan jual beli dalam rekrutmen tenaga kerja ini. Buktinya, informasi dari desa lain sudah menjalani MCU, tetapi yang dari Ngampel belum diumumkan meski menduduki peringkat ketiga dalam tes tersebut,” tegasnya.
Sebagai bentuk protes awal, sejumlah warga memasang spanduk berisi daftar tuntutan di sekitar lokasi pengeboran pada Minggu petang. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong manajemen Pertamina EP Zona 11 segera menindaklanjuti aspirasi masyarakat.
Warga menyatakan akan mengambil langkah demonstrasi hingga pemblokiran akses menuju Pad B apabila tuntutan mereka tidak segera mendapatkan penyelesaian.
Sementara itu, Humas Pertamina EP Zona 11, Arief Zulfikar, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan tim terkait untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.
“Coba tak konfirmasi ke tim RJA dan Security ya. Sejauh ini belum ada info ke saya sudah proses tahap selanjutnya atau belum. Tapi kayaknya sih belum, karena nggak ada info,” ujar Arief.
Editor : Ratno