klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Influenza A Menyebar Cepat, Sumenep Fokus Lindungi Anak

avatar Hendra
  • URL berhasil dicopy
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo

KLIKJATIM.Com | Sumenep - Anak-anak menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, di tengah kewaspadaan terhadap influenza A. Pemerintah daerah meminta orang tua lebih peka ketika anak mulai sakit, terutama untuk mencegah penularan meluas di dalam rumah.


Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, karakter penularan influenza A yang cepat membuat keluarga memiliki peran penting dalam memutus rantai penyebaran.


"Virus Influenza A ini perpindahannya cepat. Nah, salah satu hari ini memang yang terjadi banyak anak-anak kecil yang kena influenza A. Ini yang memang dari awal sudah kita sampaikan," katanya, Senin (5/10).


Menurut Fauzi, orang tua perlu memberi perhatian khusus ketika salah satu anak mengalami sakit dengan gejala yang mengarah pada influenza. Kontak dengan saudara di dalam rumah sebaiknya dikurangi agar kemungkinan penularan bisa ditekan.


"Kedua, agar seluruh keluarga bisa memahami ini. Karena identik influenza A ini menyerang anak-anak kecil. Salah satunya adalah mengurangi interaksi pada saat salah satu anaknya sakit, ini juga perlu dicurigai bahwa ini influenza A. Agar tidak pindah ke adiknya atau kakaknya begitu," ujarnya.


Pesan tersebut menjadi penting karena ruang keluarga justru bisa menjadi titik penularan apabila anggota keluarga tidak menyadari adanya risiko tersebut.


Selain membatasi kontak, kebersihan juga diminta kembali menjadi kebiasaan sehari-hari. Fauzi menyarankan masyarakat menerapkan pola hidup bersih sebagaimana yang pernah dilakukan ketika menghadapi pandemi Covid-19.


"Untuk mengantisipasi awal, seperti waktu Covid-19 ya, yang pertama memang semuanya harus bersih," katanya.


Kondisi anak juga tak lepas dari perhatian pemerintah. Asupan gizi disebut menjadi bagian dari upaya menjaga daya tahan tubuh. Pemkab Sumenep mengaku telah menitipkan pesan tersebut kepada orang tua melalui lingkungan sekolah.


"Dan dari awal kita sudah kita sampaikan, gizi anak-anak itu disampaikan kepada orangtua melalui sekolah-sekolah bahwa influenza, kalau kondisinya tidak terima pasti akan kena," ungkapnya.


Di sisi lain, Pemkab Sumenep menyatakan kewaspadaan terhadap influenza A bukan baru dilakukan setelah penyakit tersebut menjadi perhatian publik. Fauzi menyebut pemerintah telah memperoleh informasi mengenai virus itu sejak sekitar satu setengah bulan sebelumnya.


"Dari awal kami sudah mempersiapkan. Dari awal kami sudah mendengar, satu setengah bulan yang lalu bahwa ada virus namanya influenza A," kata Fauzi.


Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan meminta Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) memperkuat koordinasi fasilitas kesehatan.


"Maka salah satunya yang pertama, satu setengah bulan yang lalu kita menyampaikan kepada Kepala Dinas Kesehatan agar merapatkan barisan, khususnya kepada seluruh rumah sakit yang ada di Kabupaten Sumenep," ungkapnya.


Kesiapan itu, kata Fauzi, tidak hanya dibebankan kepada RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Rumah sakit lain dan puskesmas juga masuk dalam koordinasi menghadapi kemungkinan bertambahnya kasus.


"Bukan hanya RSUD Dr. H. Moh. Anwar, tapi juga rumah sakit lain, termasuk juga jajaran puskesmas," ujarnya.


Untuk warga yang membutuhkan penanganan medis, pemerintah memastikan pelayanan kesehatan telah disiapkan. Penanganan dapat dilakukan melalui puskesmas maupun rumah sakit berdasarkan kondisi pasien.


"Antisipasi jika terkena, memang sudah kita siapkan semuanya, dari puskemas dan RSUD, alhamdulillah sampai saat ini bisa teratasi semua," tukasnya.

Editor :