KLIKJATIM.Com | Pasuruan—Penolakan terhadap relawan yang merawat pasien virus corona atau covid-19 kembali terjadi. Kali ini terjadi di Dusun Balongbendo, Dusun Masangan, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan.
Sebanyak 12 relawan yang merawat pasien covid-19 yang indekos di desa tersebut ditolak warga. Warga khawatir terjadi penularan dari perawat yang setiap hari bersinggungan dengan pasien corona.
[irp]
" Ada 12 relawan yang merawat pasien covid-19 di RSUD Bangil. Karena ada penolakan dari warga," kata Kepala Desa Masangan, Pa'at, Senin (18/5/2020).
Dikatakan Pa’at, ketakutan warga itu wajar saja. Sebab, sebelumnya ada warga setempat yang meninggal diduga terpapar covid-19. Kemudian warga menuding di antara sumber penularan itu diduga dari para perawat yang merawat di RSUD Bangil.
Pa’at menambahkan, terkait keberadaan 12 relawan yang indekos di Desa Masangan, selama ini tidak ada koordinasi antara pihak RSUD Bangil dengan pemerintah desa.
"Stigma ini seharusnya tidak perlu terjadi, apabila sejak awal ada komunikasi antara pihak RSUD Bangil dengan kami (Pemdes Masangan)," ujarnya.
Terpisah, Ketua Pansus Penanganan dan Pencegahan Covid-19 DPRD Kabupaten Pasuruan, Zaini, menyayangkan adanya penolakan terhadap relawan di garda terdepan yang menangani pasien covid-19. Saat ini pihaknya sedang dalam proses menghimpun fakta dalam kasus ini.
[irp]
Zaini juga meminta Pemkab Pasuruan segera mengambil langkah untuk menyediakan tempat tinggal gratis bagi para relawan covid-19. Minimal ada tempat tinggal sementara bagi para relawan.
"Terpenting memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penyebaran dan memutus mata rantai covid-19. Karena ketakutan masyarakat juga beralasan," tutup politisi PKS ini. (mkr)
Editor : Redaksi