klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Capaian Baru 17 Persen, Wabup Gresik Dorong Percepatan Sensus Ekonomi Lewat Pendataan Digital

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Forum Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Ruang Putri Mijil, Pendopo Gresik, Selasa (30/6).(Dok)
Forum Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Ruang Putri Mijil, Pendopo Gresik, Selasa (30/6).(Dok)

KLIKJATIM.Com | GRESIK – Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Gresik memasuki pertengahan bulan pertama dengan capaian sekitar 17 persen. Untuk mengejar target penyelesaian hingga 31 Agustus 2026, Pemerintah Kabupaten Gresik mendorong percepatan pendataan melalui pemanfaatan sistem digital.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif saat menghadiri pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Ruang Putri Mijil, Pendopo Gresik, Selasa (30/6). Kegiatan tersebut juga dihadiri Sekretaris Daerah Achmad Washil Miftahul Rachman, Kepala BPS Kabupaten Gresik Indriya Purwaningsih, unsur Forkopimda, serta perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD).

Menurut Alif, pendataan terhadap sekitar 12 ribu aparatur di lingkungan Pemkab Gresik, termasuk tenaga pendidik, akan lebih efektif jika dilakukan secara digital dibandingkan melalui kunjungan langsung petugas sensus.

"Kalau petugas BPS harus mendatangi satu per satu dari total 12.000 pegawai kita di lingkungan Pemkab hingga guru-guru sekolah, tentu waktunya akan habis. Karena itu saya menginstruksikan agar dilakukan pengiriman kuesioner digital secara terintegrasi melalui WhatsApp dan Gmail," ujarnya.

Ia menjelaskan, proses tersebut nantinya disertai pemantauan berkala. BPS akan menyampaikan daftar instansi atau pegawai yang belum mengisi kuesioner sehingga kepala OPD dapat segera melakukan tindak lanjut. Dengan cara itu, petugas sensus diharapkan bisa lebih fokus melakukan pendataan terhadap pelaku usaha yang memerlukan pendampingan langsung.

Alif menegaskan, hasil Sensus Ekonomi menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah. Sebagai salah satu daerah industri di Jawa Timur, Gresik membutuhkan data ekonomi yang akurat untuk mendukung perencanaan investasi, pengembangan UMKM, hingga penyusunan program pembangunan.

Ia juga mengajak seluruh pelaku usaha, baik perusahaan maupun usaha perorangan, untuk memberikan data yang benar kepada petugas sensus. Menurutnya, data yang dikumpulkan tidak digunakan untuk kepentingan perpajakan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

"Saya sendiri sudah disensus dan menyampaikan data apa adanya. Masyarakat maupun pelaku usaha tidak perlu takut soal pajak atau lainnya. Berikan data yang jujur mengenai tenaga kerja, omzet, dan jenis usaha," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman menyatakan seluruh perangkat daerah siap mendukung percepatan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu pencapaian target pendataan secara menyeluruh sebelum batas akhir pelaksanaan pada 31 Agustus mendatang.

Editor :