KLIKJATIM.Com | Gresik - Pemeriksaan rapid tes terhadap sejumlah pramuniaga dan pengunjung Mall Ramayana di Jl Gubernur Soerjo ternyata ada hasil. Satu pegawai dan satu pengunjung departemen store tersebut diketahui reaktif. Dengan temuan ini, Pemkab Gresik berencana menutup mall tersebut untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.
[irp]
Pelaksanaan rapid tes dilakukan oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Gresik secara mendadak, Minggu (17/5/2020). Itu terjadi setelah Ramayana Depstore dibanjiri pengunjung Minggu siang. Akhirnya sejumlah pejabat Pemkab Gresik mendatangi lokasi bersama tim Gugus Tugas.
Kepala Dinas Satpol PP Gresik, Abu Hasan menuturkan, pihaknya menemukan beberapa pelanggaran yang dilakukan manajemen mall, mulai dari jam buka operasional yang tidak sesuai aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
"Harusnya buka jam 12.00, Tapi ternyata jam 09.00 pagi sudah buka. Ini bentuk sikap yang tidak baik dari manajemen mall," kata Abu Hasan.
Tidak sampai disitu, dua dari 36 orang yang diambli samplenya oleh tim tenaga kesehatan terkonfirmasi reaktif Covid 19. Melihat hal itu tim satgas memberikan ultimatum kepada manajemen mall tertua di Gresik akan menutup operasional mall jika masih tidak patuh pada pemerintah.
"Dua orang yang reaktif satu dari Ramayana dan satu dari pengunjung langsung kami bawa ke klinik untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," imbuhnya.
[irp]
Store Manager Ramayana Gresik, Beni Arianto meminta maaf kepada Pemkab Gresik atas pelanggaran jam operasional dan terjadinya penumpukan pengunjung di area mall. "Sebenarnya kami sudah melakukan pembatasan, namun pengunjung terus memaksa masuk," tuturnya.
Dia juga berjanji akan melakukan pengawasan secara ketat serta memastikan tidak ada pengunjung yang memikiki suhu tubuh diatas 37 derajat. "Kami minta kebijaksaannya untuk tidak ditutup. Kami berjanji akan lebih ketat dalam pengawasan," ungkapnya. (mkr)
Editor : Redaksi