klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

ISNU Soroti Tekanan Ekonomi Global, Siap Terlibat Memperkuat Kemandirian Nasional

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Halaqah Nasional ISNU bertema "Masa Depan Indonesia di Tengah Tekanan Ekonomi dan Geopolitik Global: Agenda Intelektual Nahdliyin di Awal Abad Kedua" yang digelar di Universitas Islam Tribakti (UIT).
Halaqah Nasional ISNU bertema "Masa Depan Indonesia di Tengah Tekanan Ekonomi dan Geopolitik Global: Agenda Intelektual Nahdliyin di Awal Abad Kedua" yang digelar di Universitas Islam Tribakti (UIT).

KLIKJATIM.Com | Kediri – Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur mengingatkan pentingnya memperkuat kemandirian ekonomi nasional di tengah meningkatnya tekanan ekonomi dan geopolitik global. Pesan tersebut mengemuka dalam Halaqah Nasional ISNU bertema "Masa Depan Indonesia di Tengah Tekanan Ekonomi dan Geopolitik Global: Agenda Intelektual Nahdliyin di Awal Abad Kedua" yang digelar di Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo, Kediri, Minggu (21/6/2026).

Dalam forum tersebut, Mudir Aly JATMAN, Prof. Ali Masykur Musa, menilai kapitalisme global masih menjadi tantangan serius bagi kedaulatan ekonomi Indonesia. Menurut mantan Ketua Umum PP ISNU itu, berbagai kebijakan yang mendorong liberalisasi ekonomi dan dominasi pasar bebas kerap bertentangan dengan semangat ekonomi kerakyatan sebagaimana diamanatkan Pasal 33 UUD 1945.

Ali Masykur mengkritisi kebijakan yang dinilai membuka ruang terlalu besar bagi penguasaan asing terhadap sektor-sektor strategis nasional. Ia mencontohkan regulasi di bidang sumber daya alam yang menurutnya perlu dikaji secara kritis agar tidak merugikan kepentingan masyarakat.

"Kita perlu memperkuat ekonomi domestik dan ekonomi kerakyatan. Kemandirian ekonomi menjadi syarat penting agar bangsa ini tidak terlalu bergantung pada kekuatan pasar global," ujarnya.

Komisaris PLN tersebut juga mengajak kalangan intelektual Nahdliyin untuk kembali memahami nilai-nilai dan etos kerja yang mampu menjadi alternatif terhadap dominasi ideologi ekonomi global.

Halaqah Nasional ISNU dihadiri ratusan kader dari Jawa Timur dan berbagai wilayah di Indonesia. Sejumlah tokoh yang hadir antara lain Rektor UIT Lirboyo Dr. KH Reza Ahmad Zahid, Penjabat Ketua ISNU Jawa Timur Prof. KH Muhammad Afif Hasbullah, Wakil Ketua Umum PP ISNU Prof. Moh Mas'ud Said, Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur Dr. Muhammad Yasin, Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya Prof. A. Muhibbin Zuhri, serta Komisioner Ombudsman RI Dr. Abdul Ghoffar.

Dalam sambutannya, KH Reza Ahmad Zahid menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara rasionalitas dan spiritualitas dalam membangun kapasitas intelektual kader Nahdlatul Ulama. Menurutnya, keberhasilan intelektual tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga nilai keberkahan yang tumbuh dari kebersamaan dan jejaring keilmuan.

Sementara itu, Prof. Afif Hasbullah menegaskan bahwa ISNU berkomitmen mengambil peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia, baik untuk kepentingan bangsa maupun organisasi Nahdlatul Ulama.

Menurut Afif, dinamika global yang berlangsung saat ini menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari konflik geopolitik, ketahanan energi, hingga ketahanan pangan. Karena itu, Indonesia perlu memperkuat strategi ketahanan nasional yang tidak hanya bertumpu pada aspek ekonomi dan teknologi, tetapi juga pada ketangguhan sosial dan spiritual masyarakat.

Ia berharap forum tersebut mampu menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat menjadi masukan bagi Nahdlatul Ulama maupun pemerintah dalam menghadapi berbagai perubahan global yang berlangsung cepat dan penuh ketidakpastian.

Forum tersebut juga menegaskan pentingnya peran intelektual Nahdliyin dalam membaca arah perubahan zaman, memahami dinamika geopolitik, serta memperkuat gerakan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari kontribusi terhadap pembangunan nasional.

Editor :