klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Padukan G7KAIH dan Program Gayatri, Arumi Bachsin Genjot Karakter Serta Gizi Ribuan Anak Bojonegoro

avatar Much Taufiqurachman Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, membuka langsung gerakan kolaboratif akbar yang diikuti oleh 1.950 anak TK dan PAUD.
Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, membuka langsung gerakan kolaboratif akbar yang diikuti oleh 1.950 anak TK dan PAUD.

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Langkah taktis dan terintegrasi dalam mempersiapkan generasi emas terus dipacu di tingkat regional Jawa Timur. Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Timur sekaligus Bunda PAUD Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi mutakhir dari TP PKK Kabupaten Bojonegoro.

Inovasi tersebut berhasil mengolaborasikan secara apik pola asuh karakter melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH) dengan intervensi nutrisi hewani via Program Gayatri atau Gerakan Ayam Petelur Mandiri sebagai modalitas utama penanganan stunting dan pembentukan karakter anak sejak usia dini.

Pujian tersebut dilontarkan langsung oleh Arumi saat membuka pergelaran akbar Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Program Sarapan Telur Gayatri yang dihelat di Lapangan Desa Nglumber, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (18/6).

Agenda kolaboratif berskala makro tersebut berlangsung semarak dengan melibatkan kehadiran total sekitar 1.950 peserta anak usia dini, dengan rincian komposisi yang terdiri atas 850 siswa Taman Kanak-Kanak (TK) serta 1.100 anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-wilayah setempat.

Arumi menilai perpaduan kedua program kerja tersebut merupakan barometer riil dari pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas tinggi yang tidak melulu bertumpu pada aspek kognitif pendidikan formal, melainkan menyentuh keseimbangan gizi fisik.

"Sering kali kita berbicara tentang anak yang cerdas. Namun kecerdasan yang sesungguhnya lahir dari tubuh yang sehat, pikiran yang kuat, dan karakter yang baik," tegas Arumi Bachsin di hadapan ribuan wali murid dan pendidik anak usia dini.

Dirinya menjabarkan bahwa G7KAIH mengunci tujuh fondasi pembiasaan mendasar, meliputi disiplin bangun pagi, ketaatan beribadah, rutin berolahraga, konsumsi makanan sehat bergizi, penumbuhan kegemaran belajar, kecakapan bermasyarakat, serta keteraturan tidur cepat.

Kebiasaan gemar belajar pun tidak melulu dikunci pada aktivitas membaca buku, melainkan dieksplorasi melalui literasi kreatif seperti melukis, menggambar, hingga melatih keberanian anak untuk bermimpi besar.

"Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten akan membentuk karakter besar. Anak-anak belajar disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki nilai-nilai positif yang akan menjadi bekal mereka di masa depan," imbuh istri mantan Wakil Gubernur Jatim tersebut.

Di samping itu, saat menggelar sesi podcast interaktif bersama Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro dr. Hj. Cantika Wahono dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Drs. Moch. Anwar, Arumi mengingatkan tantangan berat era digital berupa adiksi gawai (gadget) pada anak usia dini. Ia menyerukan komitmen tegas berupa pembatasan durasi yang sangat ketat di bawah kendali penuh orang tua.

"Untuk anak usia dini, penggunaan gadget nol jam per hari, hampir tidak diperkenankan untuk diberikan gadget. Apabila diberikan pun sangat dibatasi dan harus berada dalam pengawasan orang tua dengan durasi yang terkontrol," terangnya secara lugas.

Lebih lanjut, keberhasilan pendidikan karakter dipastikan mustahil terwujud jika hanya mengandalkan satu pihak sektoral saja. Diperlukan jembatan komunikasi yang intensif dan selaras antara ekosistem domestik rumah tangga dengan ekosistem institusi sekolah formal.

"Tidak bisa dilakukan sendiri. Sekolah berfungsi menebalkan nilai-nilai yang telah diajarkan di rumah. Karena itu komunikasi antara orang tua dan sekolah menjadi sangat penting agar pembiasaan yang diterapkan kepada anak berjalan selaras," urai Arumi mendefinisikan skema kolaborasi.

Menutup rangkaian agenda kerja di Bojonegoro, Bunda PAUD Jatim ini juga menggarisbawahi urgensi pemenuhan hak protein murah via Program Gayatri melalui kampanye sarapan satu butir telur setiap hari demi membentengi pertumbuhan biologis anak dari ancaman tengkes atau stunting kronis.

"Ketika anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan berkarakter, sesungguhnya kita sedang membangun masa depan Jawa Timur yang lebih maju, berdaya saing, dan sejahtera," pungkas Arumi Bachsin optimis memandang masa depan generasi penerus daerah.

Editor :