klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Gempa 4,8 SR di Jember Picu Penghentian Sementara Kereta Api Daop 9

avatar Muhammad Hatta
  • URL berhasil dicopy
Guncangan tersebut sempat membuat sejumlah perjalanan kereta api di wilayah Daop 9 Jember dihentikan sementara.
Guncangan tersebut sempat membuat sejumlah perjalanan kereta api di wilayah Daop 9 Jember dihentikan sementara.

KLIKJATIM.Com | Jember  - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,1 SR (update terbaru BMKG: 4,8 SR) mengguncang wilayah tenggara Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Selasa (26/5/2026) sore. Guncangan tersebut sempat membuat sejumlah perjalanan kereta api di wilayah Daop 9 Jember dihentikan sementara.

Penghentian dilakukan untuk memastikan kondisi jalur rel dan prasarana perkeretaapian tetap aman setelah gempa terasa di sejumlah daerah di Jawa Timur bagian timur.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pukul 15.39 WIB dengan pusat berada 94 kilometer tenggara Jember pada kedalaman 10 kilometer. Titik gempa berada di koordinat 9,01 Lintang Selatan dan 113,84 Bujur Timur. Guncangan dilaporkan terasa hingga Banyuwangi.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan setelah gempa terasa, Pusat Pengendali Operasional Kereta Api (Pusdalopka) langsung berkoordinasi dengan petugas stasiun di lintas Pasuruan hingga Ketapang.

“Setelah merasakan adanya gempa bumi, Pusat Pengendali Operasional Kereta Api (Pusdalopka) Daop 9 Jember yang berpusat di Jember langsung melakukan konfirmasi kepada semua petugas stasiun dari Pasuruan hingga Ketapang,” ujar Cahyo saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Sebagai langkah pemeriksaan, sejumlah perjalanan kereta api dihentikan sementara atau diberlakukan berhenti luar biasa (BLB). Kereta yang sempat berhenti antara lain KA Sangkuriang relasi Ketapang–Bandung dan KA Pandanwangi relasi Jember–Ketapang.

Kedua kereta tersebut berhenti sementara di Stasiun Kalisetail, Banyuwangi, sambil menunggu hasil pengecekan jalur rel, jembatan, dan fasilitas pendukung lainnya. Petugas prasarana kemudian melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan tidak ada kerusakan akibat gempa.

Hasil pemeriksaan menyatakan jalur rel dan bangunan stasiun di wilayah Daop 9 Jember dalam kondisi aman untuk dilalui kereta api.

“Pukul 16.05 WIB seluruh lintas Daop 9 Jember dari Pasuruan sampai Ketapang, baik jalur maupun bangunan stasiun, dalam kondisi aman dan tidak sampai mengganggu operasional kereta api,” kata Cahyo.

Setelah dinyatakan aman, perjalanan kereta kembali dilanjutkan pada pukul 16.10 WIB. Akibat penghentian sementara tersebut, perjalanan KA Sangkuriang dan KA Pandanwangi mengalami keterlambatan sekitar 10 menit.

“Pemeriksaan jalur ini dilakukan sebagai prosedur standar keselamatan. Setiap kali terjadi gempa yang berpotensi berdampak pada operasional, pemeriksaan harus dilakukan untuk memastikan perjalanan kereta tetap aman,” ujarnya.

Editor :