KLIKJATIM.Com | Gresik - Beberapa hari terakhir, warga Gresik sempat diviralkan dengan kisah sedih ibu dan anak yang tidak mampu berobat dan memenuhi kebutuhan makan. Kesedihan itu membuat Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo tergerak untuk ikut membantu janda dua anak Khusnul Khotimah (57).
Secara khusus AKBP Kusworo mendatangi Khusnul Khotimah di tempat penampungan sementara di Masjid Nurul Jannah, Komplek PT Petrokimia Gresik. Dia terpaksa menumpang di halaman masjid karena sudah tidak mampu membayar uang kos di Desa Sekapuk, Kecamatan Ujung Pangkah. Bersama anak keduanya, Yusnafa Iqoh , 13 , terpaksa numpang tidur masjid selama dua minggu.
[irp]
Semula Khusnul Khotimah sempat tinggal di Perum Pondok Permata Suci (PPS). Namun, karena ada sesuatu hal rumah tersebut dijual demi mempertahankan hidup setelah ditinggal suaminya H Ali Mustajab. Karena tidak punya tempat tinggal, dia ngekos di Sekapuk. Namun karena tidak memiliki penghasilan tetap, Khusunul akhirnya tidak kuat membayar uang kos bulanan sebesar Rp 600 ribu. Setelah tak sanggup bayar kos. Janda dua anak ini memilih tidur di masjid.
Cerita sedih ini akhirnya terdengar oleh Kapolres Gresik. Dia mendatangi ibu dan anak ini di masjid Nurul Jannah. "Saya tadi berdoa bersama dengan Ibu Khusnul Khotimah agar di Bulan Ramadan ini bisa menjalani ibadah puasa dan doanya diterima oleh Allah SWT," ujar Kusworo Wibowo.
Alumnus Akpol 2000 itu terlihat haru dengan ketegaran Khusnul Khotimah. Tanpa berpikir panjang perwira menengah Polri itu langsung membawakan kebutuhan sembako selama Bulan Ramadan. "Mudah-mudahan bantuan sembako ini bisa meringankan buat kebutuhan sehari-hari," tutur Kusworo Wibowo.
[irp]
Mendapat bantuan sembako, mata Khusnul Khotimah berkaca-kaca. Dirinya, tidak menyangka mendapat perhatian dari Kapolres Gresik. "Setelah ini saya mau kembali ke Desa Sekapuk. Kebetulan anak saya yang pertama jadi asisten dosen dia mau menjemput juga," ungkapnya.
Khusnul Khotimah mengaku dirinya pernah menjadi guru. Namun, karena usianya sudah uzur. Profesi pendidik itu akhirnya dilepaskan. Dirinya, mengaku rela menjual rumah dan tidur di masjid demi membiayai kuliah anaknya yang pertama.
"Saya bertrimakasih ada orang yang peduli seperti Pak Kapolres Gresik. Terima kasih atas bantuannya," pungkasnya. (hen)
Editor : Abdul Aziz Qomar