klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Pelajar di Jember Terpaksa Naik Rakit Usai Jembatan Putus Diterjang Banjir

avatar Muhammad Hatta
  • URL berhasil dicopy
Pelajar di Jember menaiki rakit saat berangkat ke sekolah (Dok)
Pelajar di Jember menaiki rakit saat berangkat ke sekolah (Dok)

KLIKJATIM.Com | Jember – Putusnya jembatan gantung akibat banjir bandang membuat sejumlah pelajar di Kabupaten Jember harus mempertaruhkan keselamatan demi tetap bersekolah. Setiap hari, mereka menyeberangi sungai menggunakan rakit seadanya.

Jembatan yang menghubungkan Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, dengan Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung, itu hingga kini belum juga diperbaiki sejak rusak diterjang banjir pada 12 Februari 2026.

Sejak kejadian tersebut, akses utama warga terputus total. Tak hanya pelajar, warga setempat juga terpaksa menggunakan rakit sebagai sarana penyeberangan darurat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Ketua RW 08 Dusun Darungan, Mulyadi, mengatakan jembatan tersebut sebelumnya sudah beberapa kali rusak akibat banjir dan sempat diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat. Namun, derasnya arus banjir kembali merusak hingga tak bisa digunakan sama sekali.

“Jembatan itu putus lagi setelah banjir bandang pada 12 Februari lalu. Sebenarnya sudah beberapa kali diperbaiki secara swadaya, tapi akhirnya rusak total,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Menurutnya, kondisi ini berdampak besar terhadap aktivitas warga, terutama pelajar. Sedikitnya enam pelajar dari Desa Jubung harus menyeberang sungai menggunakan rakit untuk menuju sekolah di Desa Pancakarya.

Selain itu, sekitar 20 warga juga mengandalkan rakit untuk beraktivitas setiap hari.

“Anak-anak sekolah terpaksa naik rakit. Ini cukup berisiko, tapi mereka tidak punya pilihan lain,” ungkapnya.

Mulyadi menambahkan, tanpa rakit warga harus memutar hingga sekitar 10 kilometer melalui jalur alternatif, yang tentu memakan waktu dan biaya lebih besar.

Warga pun berharap pemerintah daerah segera membangun kembali jembatan gantung tersebut, mengingat fungsinya yang vital sebagai akses penghubung antarwilayah sekaligus penunjang aktivitas ekonomi dan pendidikan.

“Kami berharap jembatan segera dibangun kembali agar warga tidak kesulitan dan anak-anak bisa berangkat sekolah dengan aman,” pungkasnya.

Editor :